"Untuk mempercepat proses evakuasi, DLH bersama tim gabungan mengerahkan 13 unit ekskavator guna membuka timbunan material longsor," kata Asep.
Di sisi lain, Asep menegaskan, upaya stabilisasi area juga dilakukan untuk mencegah potensi longsor susulan. Penataan serta penguatan zona timbunan dilakukan secara bertahap agar kondisi kembali aman bagi kegiatan operasional di lokasi.
Meski penanganan masih berlangsung, DLH memastikan pelayanan pengelolaan sampah tetap berjalan.
“Setelah area dinyatakan aman, kami melakukan stabilisasi dan penataan zona timbunan agar situasi kembali terkendali,” kata Asep.
Baca Juga: Terekam CCTV, Polisi Ungkap Kronologi Pria Asal Bekasi Bunuh Diri di PIM 2
Saat ini satu titik pembuangan sementara di TPST Bantar Gebang dibuka pada malam hari untuk menjaga ritase truk sampah dari Jakarta, sementara dua titik lainnya masih ditata.
DLH juga meminta pengiriman sampah dari wilayah DKI Jakarta ditunda sementara hingga proses evakuasi selesai.
Sebelumnya, longsor terjadi di TPST Bantar Gebang, Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu, 8 Maret 2026.
Insiden longsor tersebut terjadi di zona 4 TPA Bantar Gebang sekitar pukul 15.29 WIB. Hingga saat ini tim gabungan masih terus melakukan evakuasi dan penataan longsoran sampah tersebut. (man)
