Sejumlah umat muslim melakukan salat sunah dan membaca Al-Qur'an saat melaksanakan Itikaf Ramadhan pada malam Lailatul Qadar di Masjid Al-Falah, Bassura City, Jakarta Timur. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

RAMADHAN

Jadwal I’tikaf Ramadhan 2026 Dimulai Kapan? Ini Waktu, Niat, Syarat, dan Tata Caranya

Minggu 08 Mar 2026, 15:34 WIB

POSKOTA.CO.ID - I’tikaf menjadi salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam, terutama ketika memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

Pada periode inilah umat Muslim berlomba-lomba meningkatkan kualitas ibadah dengan berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Namun demikian, setiap tahunnya masyarakat kerap menanyakan kapan tepatnya waktu dimulainya i’tikaf.

Pertanyaan ini biasanya berkaitan dengan penetapan awal Ramadhan yang bisa berbeda antara pemerintah dan beberapa organisasi Islam.

Perbedaan tersebut berdampak pada penentuan tanggal sepuluh malam terakhir Ramadhan, yang menjadi waktu utama pelaksanaan i’tikaf.

Selain mengetahui jadwal pelaksanaannya, umat Muslim juga perlu memahami berbagai hal penting terkait ibadah ini.

Mulai dari bacaan niat i’tikaf, syarat sah yang harus dipenuhi, hingga tata cara pelaksanaannya sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Lantas, kapan jadwal i’tikaf Ramadhan 2026 dimulai? Berikut penjelasan lengkap mengenai waktu pelaksanaan i’tikaf, bacaan niat, syarat sah, serta tata cara menjalankannya yang perlu diketahui oleh umat Muslim.

Kapan Waktu I’tikaf Dilaksanakan?

Secara umum, i’tikaf dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun dan tidak memiliki batasan waktu tertentu. Selama seseorang melakukannya di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT, maka aktivitas tersebut dapat dianggap sebagai i’tikaf.

Namun demikian, waktu yang paling utama untuk melaksanakan i’tikaf adalah pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

Pada periode ini, Rasulullah SAW secara konsisten menjalankan i’tikaf untuk meningkatkan ibadah sekaligus mencari malam Lailatul Qadar.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu disebutkan bahwa.

“Rasulullah SAW melakukan i’tikaf pada setiap Ramadhan selama sepuluh hari. Pada tahun wafatnya, beliau melakukan i’tikaf selama dua puluh hari.”
(HR. Al-Bukhari No. 2040)

Berdasarkan penetapan pemerintah melalui Kementerian Agama RI, 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada 19 Februari 2026.

Dengan demikian, sepuluh malam terakhir Ramadhan dimulai pada 10 Maret hingga 19 Maret 2026.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026.

Jika merujuk pada penetapan tersebut, maka sepuluh malam terakhir Ramadhan berlangsung mulai 9 Maret hingga 18 Maret 2026.

Perbedaan satu hari ini membuat sebagian umat Muslim memiliki jadwal i’tikaf yang sedikit berbeda, namun tetap berada dalam rentang sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

Baca Juga: Apa Itu Status PTKP? Ini Arti K3, K0, TK0, HB hingga K2 yang Wajib Diketahui Pekerja

Bacaan Niat I’tikaf

Dalam Islam, setiap ibadah dimulai dengan niat, termasuk i’tikaf. Niat pada dasarnya cukup dihadirkan di dalam hati ketika seseorang memasuki masjid dengan tujuan beribadah kepada Allah SWT.

Namun, sebagian ulama juga menganjurkan untuk melafalkan niat sebagai bentuk penguatan hati dalam menjalankan ibadah.

1. Niat I’tikaf Umum

‎نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ مَا دُمْتُ فِيهِ

Nawaitu an a’takifa fī hādzal masjidi mā dumtu fīhi.

Artinya:


“Aku berniat i’tikaf di masjid ini selama aku berada di dalamnya.”

Niat ini biasanya digunakan oleh seseorang yang masuk masjid dalam waktu singkat, tetapi tetap ingin mendapatkan pahala i’tikaf.

2. Niat I’tikaf Sunnah di 10 Hari Terakhir Ramadhan

‎نَوَيْتُ الْاِعْتِكَافَ فِي هٰذَا الْمَسْجِدِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu al-i’tikāfa fī hādzal masjidi sunnatan lillāhi ta‘ālā.

Artinya:


“Aku berniat i’tikaf di masjid ini sebagai sunnah karena Allah Ta’ala.”

Dalam kitab Al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab al-Imam Asy-Syafi’i, dijelaskan bahwa niat merupakan rukun utama dalam pelaksanaan i’tikaf. Tanpa niat, aktivitas berdiam diri di masjid tidak dapat dihitung sebagai ibadah i’tikaf.

Syarat Sah I’tikaf

Agar ibadah i’tikaf dinilai sah menurut syariat, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Penjelasan mengenai syarat tersebut banyak ditemukan dalam kitab-kitab fiqih klasik seperti Fathul Mu’in dan Al-Majmu’. Beberapa syarat sah i’tikaf antara lain yakni.

Baca Juga: Nadin Amizah Siapanya Vidi Aldiano? Ini Hubungan Keluarga, Sosok Suami Nadin, hingga Adik Vidi dan Sheila Dara

Tata Cara Melaksanakan I’tikaf

Umat Muslim yang ingin menjalankan i’tikaf dianjurkan memahami tata cara pelaksanaannya agar ibadah tersebut dapat dilakukan dengan benar dan penuh kekhusyukan.

Berikut beberapa langkah yang dianjurkan dalam melaksanakan i’tikaf pada saat bulan Ramadhan.

1. Masuk Masjid dengan Adab yang Baik


Langkah pertama dalam melaksanakan i’tikaf adalah memasuki masjid dengan adab yang baik.

Seorang Muslim dianjurkan membaca doa masuk masjid, menjaga sikap sopan, serta menghadirkan niat untuk beribadah.

Adab ini penting untuk menjaga kesucian dan kehormatan masjid sebagai tempat ibadah.

2. Membaca atau Menghadirkan Niat I’tikaf


Setelah berada di dalam masjid, seseorang dianjurkan menghadirkan niat i’tikaf di dalam hati.

Niat ini menjadi rukun utama dalam ibadah i’tikaf karena membedakan antara sekadar berada di masjid dengan beribadah.

Meski cukup di dalam hati, sebagian ulama juga memperbolehkan melafalkan niat sebagai bentuk penguatan tekad.

3. Mengisi Waktu dengan Berbagai Ibadah


Selama menjalankan i’tikaf, waktu sebaiknya diisi dengan berbagai aktivitas ibadah. Di antaranya membaca Al-Qur’an, berdzikir, memperbanyak doa, melaksanakan shalat sunnah, atau mengikuti kajian keislaman.

Aktivitas tersebut bertujuan meningkatkan kualitas spiritual, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadhan yang diyakini memiliki keutamaan besar.

4. Menghindari Aktivitas yang Tidak Perlu


Orang yang sedang i’tikaf dianjurkan menghindari kegiatan yang tidak berkaitan dengan ibadah.

Percakapan yang berlebihan, penggunaan gawai tanpa tujuan jelas, maupun aktivitas duniawi lainnya sebaiknya dibatasi agar fokus ibadah tetap terjaga.

5. Keluar Masjid Hanya Jika Ada Keperluan Mendesak


Pada dasarnya, orang yang menjalankan i’tikaf dianjurkan tetap berada di dalam masjid selama masa ibadah berlangsung.

Keluar dari masjid hanya diperbolehkan jika ada keperluan mendesak, seperti ke kamar mandi, mengambil makanan, atau kebutuhan penting lainnya.

Tags:
Tata Cara Melaksanakan I’tikafBacaan Niat I’tikafi’tikaf Ramadhanjadwal i’tikaf Ramadhan 2026 kapanjadwal i’tikaf Ramadhan 2026

Mutia Dheza Cantika

Reporter

Mutia Dheza Cantika

Editor