Apakah berkumur saat wudhu membatalkan puasa? ini penjelasan dan tata caranya untuk anak. (Sumber: Pinterest/Tasveer)

RAMADHAN

Apakah Berkumur saat Wudhu Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan dan Tata Caranya untuk Anak

Minggu 08 Mar 2026, 10:39 WIB

POSKOTA.CO.ID - Mengajarkan anak beribadah selama bulan Ramadan menjadi pengalaman yang berharga bagi orang tua. Salah satu hal yang penting dipahami sejak dini adalah tata cara wudhu saat puasa yang benar agar tidak membatalkan ibadah puasa.

Melatih anak melakukan wudhu dengan benar tidak hanya membantu mereka memahami aturan agama, tetapi juga menumbuhkan kedisiplinan dalam menjalankan ibadah.

Orang tua dapat menjelaskan secara sederhana bahwa air yang digunakan saat wudhu bukan untuk diminum, melainkan untuk membersihkan diri sebelum melaksanakan salat.

Selain itu, pemahaman tentang berkumur saat wudhu juga perlu dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami anak agar mereka tidak merasa bingung ketika berpuasa.

Baca Juga: Berkah Ramadhan, Penghasilan Pengrajin Kulit Ketupat di Lebak Meningkat 50-70 Persen

Apakah Berkumur saat Wudhu Bisa Membatalkan Puasa?

Ilustrasi. Apakah berkumur saat wudhu bisa membatalkan puasa? (Foto/unsplash)

Secara umum, memasukkan sesuatu ke dalam mulut memang berpotensi membatalkan puasa jika sampai tertelan. Namun, berkumur saat wudhu memiliki ketentuan yang berbeda.

Dalam buku 125 Masalah Puasa karya Muhammad Anis Sumaji dijelaskan bahwa berkumur saat wudhu hukumnya boleh. Akan tetapi, jika dilakukan secara berlebihan hingga berisiko menelan air, maka hukumnya menjadi makruh.

Penjelasan serupa juga terdapat dalam kitab Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq. Para ulama berpendapat bahwa berkumur saat wudhu tidak membatalkan puasa selama airnya tidak tertelan dengan sengaja.

Ibnu Qudamah, seorang ulama fikih, juga menjelaskan bahwa apabila seseorang berkumur atau menghirup air ketika wudhu lalu air tersebut masuk ke kerongkongan tanpa disengaja dan tidak dilakukan secara berlebihan, maka puasanya tetap sah.

Baca Juga: Apakah Malam Ini Lailatul Qadar? Cek Penjelasan dan Perkiraan Waktu Turunnya Lailatul Qadar 2026

Bolehkah Wudhu Tanpa Berkumur saat Puasa?

Berkumur merupakan salah satu amalan sunnah dalam wudhu yang dianjurkan karena bernilai pahala. Menurut penjelasan dalam buku Fiqih Praktis Puasa oleh Buya Yahya, berkumur tetap dianjurkan meskipun seseorang sedang berpuasa, selama dilakukan secara wajar dan tidak berlebihan.

Jika seseorang tidak sengaja menelan sedikit air saat berkumur, puasanya tetap sah selama hal tersebut terjadi tanpa kesengajaan.

Jika Anak Tidak Sengaja Menelan Air saat Kumur, Apakah Puasanya Batal?

Anak yang sedang belajar berpuasa terkadang bisa saja tidak sengaja menelan air saat berkumur. Dalam kondisi seperti ini, para ulama menjelaskan bahwa puasa tetap sah selama tidak disengaja.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam buku Qawaid Fiqhiyyah karya Nashr Farid Muhammad Washil dan Abdul Aziz Muhammad Azzam.

Baca Juga: 10 Takjil Murah Meriah Favorit Warga Jakarta, Nomor 3 dan 7 Paling Cepat Habis Saat Menjelang Berbuka

Peristiwa tersebut dianalogikan dengan orang yang lupa makan atau minum saat puasa, yang tidak membatalkan ibadahnya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa lupa ketika sedang berpuasa lalu ia makan atau minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya, karena Allah yang telah memberinya makan dan minum.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Prinsip ini juga sejalan dengan firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 286 yang menjelaskan bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya.

Hal yang Perlu Diperhatikan saat Wudhu Ketika Puasa

Agar anak dapat berwudhu dengan benar selama berpuasa, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.

  1. Tidak Terlalu Kuat Saat Membersihkan Hidung

Ketika berwudhu, membersihkan hidung tetap dilakukan seperti biasa. Namun bagi orang yang sedang berpuasa, dianjurkan untuk tidak terlalu kuat saat menghirup air ke dalam hidung.

Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW yang menganjurkan untuk menyempurnakan wudhu dan menghirup air ke hidung dengan sungguh-sungguh, kecuali ketika sedang berpuasa.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang menilik dari kitab Sunan Ibnu Majah jilid 1 karya Imam Ibnu Majah:

٤٠٧ - حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْم الطَّائِفِيُّ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْن كَثِيرِ, عَنْ عَاصِم بن لَقِيط بن صَبْرَةَ قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُولَ الله أَخْبِرْنِي عَنْ الْوُضُوءِ قَالَ: أَسْبِعُ الْوُضُوءَ وَبَالِغُ فِي الاسْتِشَاقِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا - صَحِيحٌ صَحِيح أبي داود

Artinya:

"Dari Abu Bakar bin Abu Syaibah, dari Yahya bin Sulaim ath-Tha'ifiy, dari Isma'il bin Katsir, dari Ashif bin Laqith bin Sabrah, ia berkata, "Aku bertanya, 'Ya Rasulullah, beritahulah aku tentang wudhu.' Beliau bersabda, 'Sempurnakanlah wudhu dan beristinsyaq lah (memasukkan air ke dalam hidung) dengan sungguh-sungguh, kecuali ketika engkau sedang puasa." (HR. Abu Dawud, hadits ini dikatakan shahih).

  1. Berkumur Secukupnya

Berkumur tetap diperbolehkan saat puasa, tetapi sebaiknya dilakukan secukupnya saja. Para ulama menjelaskan bahwa berkumur secara berlebihan dapat meningkatkan risiko air tertelan sehingga hukumnya menjadi makruh bagi orang yang berpuasa.

Tata Cara Wudhu saat Puasa yang Benar

Agar anak lebih mudah memahami, orang tua bisa mengajarkan langkah-langkah wudhu berikut secara berurutan.

  1. Membaca Niat Wudhu

Wudhu dimulai dengan niat di dalam hati dan membaca Bismillahirrahmanirrahim. Setelah itu, basuh kedua telapak tangan sebagai pembuka rangkaian wudhu.

  1. Berkumur dan Membersihkan Hidung

Lakukan berkumur sebanyak tiga kali secara perlahan tanpa berlebihan. Setelah itu, bersihkan hidung dengan memasukkan air secara lembut sebanyak tiga kali.

  1. Membasuh Wajah

Setelah itu, basuh seluruh wajah sebanyak tiga kali mulai dari batas tumbuhnya rambut hingga ke bawah dagu, serta dari telinga kanan sampai telinga kiri. Saat membasuh wajah inilah niat wudhu dihadirkan di dalam hati. Adapun bacaan niatnya adalah:

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitul wudhuu-a liraf'il hadatsil asghari fardal lillahi ta'ala

  1. Membasuh Kedua Tangan hingga Siku

Basuh kedua tangan sampai siku sebanyak tiga kali dan pastikan air merata pada seluruh bagian.

  1. Mengusap Sebagian Kepala

Usap sebagian kepala menggunakan air secara lembut.

  1. Membasuh Kedua Kaki hingga Mata Kaki

Basuh kedua kaki hingga melewati mata kaki sebanyak tiga kali secara tertib sesuai urutan rukun wudhu.

  1. Membaca Doa Setelah Wudhu

Setelah selesai berwudhu, jangan lupa dianjurkan untuk membaca doa sebagai penyempurna ibadah. Adapun bacaan doanya sebagai berikut:

اشْهَدُ اَنْ لاَّاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًاعَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنِىْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِىْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ، وَجْعَلْنِيْ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu laa syariikalah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allahummaj'alni minat tawabina waj'alni minal mutatha-hiriin, waj'alni min 'ibadikash shalihin

Artinya:

"Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah Yang Tunggal, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku orang yang ahli taubat, dan jadikanlah aku orang yang suci, dan jadikanlah aku orang dari golongan hamba-hamba-Mu yang shalih."

Mengajarkan tata cara wudhu saat puasa kepada anak merupakan bagian penting dalam pendidikan ibadah sejak dini.

Dengan pemahaman yang tepat, anak tidak hanya belajar menjaga kesucian sebelum salat, tetapi juga memahami bagaimana menjalankan puasa dengan benar selama bulan Ramadan.

Tags:
Rasulullah SAWApakah Berkumur saat Wudhu Bisa Membatalkan Puasaibadah puasatata cara wudhu saat puasa bulan RamadanMengajarkan anak beribadah

Insan Sujadi

Reporter

Insan Sujadi

Editor