POSKOTA.CO.ID - Musisi legendaris Indonesia sekaligus bassist band rock ikonik Donny Fattah meninggal dunia pada Sabtu, 77 Maret 2026. Salah satu pendiri band rock legendaris God Bless itu menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Fatmawati setelah berjuang melawan sejumlah penyakit serius yang dideritanya dalam beberapa tahun terakhir.
Kabar duka tersebut pertama kali disampaikan melalui akun Instagram resmi God Bless. Dalam unggahan tersebut, pihak band menyampaikan belasungkawa sekaligus mengenang sosok Donny sebagai bagian penting dari perjalanan musik rock Indonesia.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, telah meninggal dunia DONNY FATTAH, bassist, salah seorang pendiri God Bless, saudara kami tercinta, di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta,” tulis God Bless dalam pernyataan resmi yang diunggah pada Sabtu siang.
Pihak band juga memohon doa dari masyarakat serta para penggemar agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
“Mohon dimaafkan jika terdapat kesalahan almarhum, semoga amal dan seluruh kebaikannya diterima di sisi-Nya,” tulis mereka.
Kepergian Donny Fattah menjadi kehilangan besar bagi dunia musik Indonesia, terutama bagi para penggemar God Bless yang telah mengikuti perjalanan band tersebut sejak era 1970-an.
Perjuangan Donny Fattah Melawan 3 Penyakit Serius
Dalam dua tahun terakhir, kondisi kesehatan Donny Fattah diketahui mengalami penurunan akibat beberapa penyakit yang menyerang tubuhnya secara bersamaan.
Musisi berusia 76 tahun itu didiagnosis mengidap Sarkopenia, Penyumbatan vaskular, serta Penyakit autoimun.
Sarkopenia merupakan kondisi medis yang menyebabkan penurunan massa dan kekuatan otot secara signifikan. Penyakit ini umumnya terjadi pada usia lanjut dan dapat berdampak pada menurunnya kemampuan fisik seseorang.
Akibat kondisi tersebut, penderita biasanya mengalami kelemahan otot, kesulitan bergerak, hingga berkurangnya stamina dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Selain itu, Donny juga mengalami penyumbatan vaskular, yaitu gangguan pada sistem pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah tidak berjalan lancar. Penyakit ini berpotensi memicu komplikasi serius karena dapat mengganggu suplai oksigen dan nutrisi ke organ tubuh.
Di saat yang sama, ia juga harus menghadapi penyakit autoimun. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel-sel sehat dalam tubuh sendiri, sehingga memicu berbagai gangguan kesehatan.
Kombinasi dari ketiga penyakit tersebut membuat kondisi kesehatan Donny Fattah semakin rentan dalam beberapa waktu terakhir.
Tetap Berkarya Meski Kondisi Kesehatan Menurun
Meski menghadapi berbagai masalah kesehatan, Donny Fattah tetap berusaha mempertahankan semangatnya di dunia musik. Ia diketahui masih berupaya menjalani perawatan medis sekaligus tetap terlibat dalam perjalanan band yang telah ia dirikan.
Semangatnya untuk tetap berkarya bahkan terlihat ketika God Bless menggelar konser emas 50 tahun perjalanan musik mereka. Saat itu, Donny sempat tampil meskipun kondisi kesehatannya tidak sepenuhnya pulih dan harus mengonsumsi berbagai obat secara rutin.
Kehadirannya di panggung menjadi simbol dedikasi panjang seorang musisi yang telah mendedikasikan hidupnya untuk perkembangan musik rock Indonesia.
Sebagai salah satu pendiri God Bless, Donny Fattah dikenal memiliki peran penting dalam membangun karakter musik band tersebut. God Bless sendiri merupakan salah satu pionir musik rock di Indonesia yang telah melahirkan berbagai karya legendaris dan menginspirasi generasi musisi berikutnya.
Kepergian Donny meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan musisi, serta para penggemar yang selama ini mengikuti perjalanan kariernya.
Warisan Musik Donny Fattah untuk Indonesia
Nama Donny Fattah tidak bisa dipisahkan dari sejarah panjang God Bless. Bersama para personel lainnya, ia membantu membangun identitas band yang dikenal sebagai salah satu ikon musik rock tanah air.
Kontribusinya sebagai bassist sekaligus pendiri band menjadi bagian penting dari perkembangan musik modern Indonesia.
Warisan karya dan dedikasi Donny Fattah di dunia musik akan terus dikenang oleh generasi penggemar dan pelaku industri musik di Indonesia.