"Perbandingan awal musim kemarau, untuk awal musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih awal atau lebih maju. Yaitu di 325 Zona Musim (ZOM) atau 46,5% dari keseluruhan Zona Musim," tambah Faisal.
Namun demikian, tidak semua wilayah mengalami perubahan waktu musim kemarau. Sekitar 173 ZOM atau 23,7 persen wilayah diperkirakan mengalami awal musim kemarau yang sama seperti tahun sebelumnya.
BMKG mencatat bahwa pergantian pola angin dari Monsun Asia menuju Monsun Australia juga menjadi indikator utama masuknya musim kemarau di Indonesia.
Wilayah Mulai Masuk Kemarau
BMKG memproyeksikan sejumlah wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau secara bertahap mulai April hingga Juni 2026. Faisal menjelaskan bahwa sebagian wilayah Indonesia akan lebih dulu mengalami musim kemarau pada April 2026.
Fase awal tersebut diperkirakan terjadi di 114 Zona Musim atau sekitar 16,3 persen dari total 699 ZOM di Indonesia. Wilayah yang termasuk dalam periode awal kemarau ini antara lain:
- Pesisir utara Jawa bagian barat
- Sebagian besar wilayah Jawa Tengah hingga Jawa Timur
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menambahkan bahwa kemarau akan meluas pada bulan-bulan berikutnya. “Wilayah yang diprediksi mengalami awal kemarau lebih maju meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua,” ujarnya.
Selain itu, sebanyak 184 ZOM atau sekitar 26,3 persen wilayah diperkirakan memasuki musim kemarau pada Mei 2026, sementara 163 ZOM atau 23,3 persen wilayah lainnya akan mulai mengalami kemarau pada Juni 2026.
