Ilustrasi, kosmetik ilegal menjamur di pasaran. (Sumber: freepik)

JAKARTA RAYA

Kosmetik Ilegal Menjamur, Dokter Ingatkan Bahaya Merkuri, Steroid, hingga Paraben bagi Kesehatan

Sabtu 07 Mar 2026, 07:01 WIB

KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Kosmetik menjadi bagian dari rutinitas banyak orang untuk menunjang penampilan.

Namun, produk yang tidak terdaftar secara resmi berisiko mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, steroid, paraben, dan timbal yang dapat menimbulkan dampak kesehatan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

“Sebagian kosmetik, terutama yang tidak terdaftar secara resmi, mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, steroid, paraben, dan timbal yang berisiko bagi kesehatan,” ujar Dokter Spesialis Kulit dan Kecantikan di RS Sari Asih Ciputat, Putri Ramadhani dalam keterangannya di laman resmi, RS Sari Asih, Jumat, 6 Maret 2026.

Menurut Putri, salah satu bahan yang kerap ditemukan dalam kosmetik ilegal adalah merkuri. Bahan ini sering digunakan sebagai pemutih kulit karena mampu menghambat produksi melanin. Namun penggunaannya dapat menyebabkan iritasi, dermatitis, bahkan kerusakan kulit permanen.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Mulai 18-24 Maret 2026 Selama Nyepi dan Idulfitri

“Merkuri dapat diserap melalui kulit dan berisiko merusak ginjal, sistem saraf, hingga otak. Dalam paparan jangka panjang, akumulasi merkuri juga dapat meningkatkan risiko kanker,” ucap Putri.

Selain merkuri, kata Putri, hidrokuinon juga sering digunakan sebagai agen pemutih kulit karena mampu memberikan hasil yang relatif cepat. Meski demikian, penggunaan hidrokuinon tanpa pengawasan medis atau dalam dosis tinggi dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan kulit.

“Penggunaan hidrokuinon yang tidak tepat dapat menyebabkan okronosis eksogen, yaitu penggelapan kulit yang bersifat permanen. Selain itu, sifat karsinogeniknya juga berpotensi meningkatkan risiko kanker kulit,” kata dia.

Selain itu, Putri mengatakan bahaya lain juga datang dari penggunaan steroid kuat dalam kosmetik ilegal. Meski dapat memberikan efek instan seperti kulit tampak lebih cerah dan halus, penggunaan tanpa pengawasan dokter dapat menyebabkan berbagai masalah kulit, seperti kulit menipis, munculnya jerawat steroid, hingga perubahan warna kulit.

Baca Juga: Lokasi SIM Keliling Depok Sabtu 7 Maret 2026, Cek Jadwal dan Persyaratannya

"Dalam kondisi tertentu, steroid juga dapat menekan fungsi adrenal yang berisiko bagi kesehatan tubuh,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Putri mengatakan, bahan pengawet paraben dalam kosmetik perlu diwaspadai karena dapat meniru hormon estrogen yang berpotensi meningkatkan risiko kanker payudara.

Selain itu, timbal yang kerap ditemukan dalam produk seperti lipstik juga berbahaya karena paparan terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan saraf, keracunan sistemik, hingga meningkatkan risiko kanker akibat akumulasi dalam tubuh.

Kemudian untuk menghindari risiko tersebut, Putri mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam memilih produk kosmetik.

Baca Juga: Dokter Richard Lee Ditahan di Polda Metro Jaya Buntut Kasus Produk Kecantikan

Konsumen disarankan untuk memeriksa label dan komposisi produk, menghindari bahan berbahaya seperti merkuri dan hidrokuinon, serta memastikan produk telah terdaftar secara resmi.

“Pastikan kosmetik yang digunakan memiliki nomor registrasi BPOM dan hindari produk tanpa merek atau lisensi yang jelas karena berpotensi mengandung bahan tidak aman,” ujarnya.

Selanjutnya, Putri mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan klaim hasil instan yang sering ditawarkan oleh kosmetik ilegal di pasaran. Ia menegaskan bahwa keamanan produk yang digunakan sangat penting untuk melindungi kesehatan kulit dan tubuh dalam jangka panjang. (man)

Tags:
kosmetiksteroidmerkurikesehatan kosmetik ilegal

Ali Mansur

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor