POSKOTA.CO.ID - Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla (JK) menyerukan agar pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas dalam mendukung Iran yang menjadi korban serangan dari Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah, menyoroti peran Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.
Pentingnya Keberpihakan Indonesia terhadap Korban Serangan

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta pada Sabtu, 7 Maret 2026, JK menekankan bahwa Indonesia tidak boleh bersikap netral semata.
Sebaliknya, negara ini harus menunjukkan solidaritas terhadap Iran sebagai pihak yang diserang dan dirugikan.
"Logikanya, kita harus berpihak pada negara yang menjadi korban agresi," kata JK, seraya menambahkan bahwa sikap ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam mendorong kerja sama regional di Asia dan komunitas Islam global.
JK berpendapat bahwa keberpihakan ini bukan hanya soal solidaritas agama, melainkan juga prinsip keadilan internasional.
Baca Juga: La Nina Berakhir, BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Cepat: Ini Wilayah yang Terdampak
Ia menyoroti bagaimana Indonesia, dengan pengaruhnya yang besar, dapat menjadi suara yang konsisten dalam isu-isu konflik yang melibatkan negara-negara Muslim.
Posisi Jelas sebagai Negara Muslim Terbesar
Lebih lanjut, JK menyatakan bahwa Indonesia diharapkan memiliki posisi yang jelas dan tidak ambigu dalam merespons konflik seperti ini. Menurutnya, netralitas tanpa arah justru melemahkan peran diplomasi.
"Jika konflik tidak bisa diselesaikan melalui forum internasional seperti Board of Peace, maka buat apa kita ikut serta? Indonesia harus menyuarakan sikap tegas," tegas JK.
Pernyataan ini disampaikan saat acara buka puasa bersama dengan anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2026.
