KEBON JERUK, POSKOTA.CO.ID - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan kandungan pewarna tekstil pada dua jenis makanan yang dijual pedagang takjil di Jalan Panjang Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Pemeriksaan yang dilakukan pada Kamis, 5 Maret 2026 menemukan dua jenis makanan yang dijual pedagang berupa kue mangkok dan bolu kukus yang mengandung zat Rhodamin.
“Dari hasil sampling dan pengujian, dilakukan sampling terhadap 34 sampel yang diduga mengandung bahan berbahaya, itu ada dua ternyata yang menggunakan pewarna tekstil, pewarna yang dilarang,” kata Kepala BPOM Jakarta, Sorfiyanti Chandrawati Anwar kepada wartawan, Jumat, 6 Maret 2026.
Sampling untuk mengetahui kandungan berbahaya juga dilakukan oleh pihak Puskesmas pada sejumlah makanan yang dijual pedagang di sentra takjil di Jalan Panjang itu. Hasil sampling menunjukkan makanan aman.
Baca Juga: BBPOM Bandung Uji Keamanan Takjil di Lembang, Begini Hasilnya
“Dari Puskesmas hadir melakukan sampling dan pengujian juga, 31 sampel. Dan kalau hasil Puskesmas itu semuanya negatif. Jadi dari 65 sampel total yang disampling dan diuji itu ada dua yang mengandung rhodamin,” tutur Sofi.
Sebagai tambahan informasi, mengutip laman Facebook Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta disebutkan zat Rhodamin merupakan pewarna sintetis untuk tekstil dan kertas.
Lalu, jika digunakan terhadap makanan dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius hingga risiko kanker apabila dikonsumsi dalam jangka panjang.
Pastikan Kualitas Makanan
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan, pemeriksaan sampel makanan pedagang takjil selama bulan ramadan penting dilakukan untuk mengetahui kualitas makanan yang dijual pedagang.
Baca Juga: Kapolres Serang dan Bhayangkari Berbagi Takjil Ramadhan untuk Pengguna Jalan
Langkah ini sekaligus untuk memastikan makanan yang dijual oleh pedagang takjil aman dikonsumsi masyarakat.
“Sehingga masyarakat bisa terjamin dalam memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan, khususnya pada saat kalau hari ini kita takjil khusus untuk berbuka puasa,” tuturnya.
