Bacaan Doa Qunut Rakaat Terakhir Salat Witir, Lengkap dengan Terjemahannya

Jumat 06 Mar 2026, 17:37 WIB
Ilustrasi - Bacaan doa qunut yang dibaca setelah rukuk terakhir salat witir. (Sumber: Pexels/Alena Darmel)

Ilustrasi - Bacaan doa qunut yang dibaca setelah rukuk terakhir salat witir. (Sumber: Pexels/Alena Darmel)

POSKOTACOID - Bacaan doa qunut rakaat terakhir salat witir mulai ramai dicari umat Islam memasuki pertengahan Ramadhan 1447 H.

Pada Kamis, 5 Maret 2026 kemarin yang bertepatan dengan malam ke-16 Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk mulai membaca doa qunut pada saat rakaat terakhir salat witir.

Dilansir dari NU Online, anjuran membaca doa qunut witir ini seperti yang diamalkan oleh sejumlah sahabat nabi, mulai dari Umar bin Khattab hingga Ubay bin Ka'ab.

Baca Juga: Kumpulan Doa Malam Nuzulul Quran Hari Ini 6 Maret 2026, Ini Amalan yang Dapat Dilakukan

Hukum Membaca Doa Qunut Witir

Menghimpun dari laman MUI, pakar hadits terkemuka, Imam Hafiz al-Baihaqi dalam kitabnya menjelaskan riwayat tentang membaca qunut pada rakaat terakhir salat witir mulai pertengahan Ramadhan.

أَخْبَرَنَا أَبُو عَلِيٍّ الرُّوذْبَارِيُّ، أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ ابْنُ دَاسَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ، حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ، أَخْبَرَنَا هِشَامٌ، عَنْ مُحَمَّدٍ هُوَ ابْنُ سِيرِينَ، عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِهِ، أَنَّ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ أَمَّهُمْ يَعْنِي فِي رَمَضَانَ وَكَانَ يَقْنُتُ فِي النِّصْفِ الْآخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Abu ‘Ali ar-Rudzbari mengabarkan kepada kami, Abu Bakr Ibn Dasah mengabarkan kepada kami, Abu Dawud menceritakan kepada kami, Ahmad bin Hanbal menceritakan kepada kami, Muhammad bin Bakr mengabarkan kepada kami, Hisyam meriwayatkan dari Muhammad yaitu Ibn Sirin dari sebagian sahabatnya, bahwa Ubay bin Ka’ab pernah mengimami mereka, yakni pada bulan Ramadhan, dan beliau membaca qunut pada setengah akhir bulan Ramadhan.” (As-Sunan al-Kubra [Kairo: Markaz Hajar lil-Buhuts wad-Dirasat], vol 5, h. 335)

Baca Juga: Cari Tempat Itikaf di Jakarta? Ini 7 Masjid Favorit Jamaah Saat 10 Malam Terakhir Ramadhan

Sementara Itu, Imam an-Nawawi dalam karyanya Al-Adzkar an-Nawawi menjelaskan bahwa membaca qunut witir hukumnya sunnah sebagaimana yang dilakukan para ulama Mazhab Syafi'i.

وَيُسْتَحَبُّ الْقُنُوتُ عِنْدَنَا فِي النِّصْفِ الْآخِرِ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فِي الرَّكْعَةِ الْأَخِيرَةِ مِنَ الْوِتْرِ

“Menurut mazhab kami (Syafi’iyyah), disunnahkan membaca qunut pada setengah akhir bulan Ramadhan, yaitu pada rakaat terakhir shalat Witir.” (Al-Adzkar an-Nawawi [Beirut: Dar Ibn Katsir], vol. 1, h. 124)

Bacaan Doa Qunut Witir

Membaca doa qunut mulai dilakukan pada malam ke-16 atau paruh kedua Ramadhan setelah rukuk terakhir salat witir.

Baca Juga: Kapan Malam Lailatul Qadar? Ini Prediksi Tanggalnya di 10 Malam Terakhir Ramadhan 2026

Adapun, bacaan doa qunut rakaat terakhir witir sama saja seperti bacaan doa qunut yang dibaca saat salat Subuh.

Bagi yang belum hafal bacaan doa qunut dapat menyimak bacaan lengkapnya di bawah ini, lengkap dengan tulisan latin dan terjemahannya.

اَللّهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا اَعْطَيْتَ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، وَأَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allahummahdina fi man hadait. Wa ‘afina fi man afait. Wa tawallana fi man tawallait. Wa barik lana fi ma a’thait. Wa qina syarra ma qadhait. Fa innaka taqdhi wa la yuqdha alaik. Wa innahu la yudzillu man walait. Wa la ya’izzu man ‘adait. Tabarakta rabbana wa ta’alait. Fa lakal hamdu ‘ala ma qadhait. Wa astaghfiruka wa atubu ilaik. Wa shallallahu ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala ‘alihi wa shahbihi wa sallam.

Artinya: “Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Dan peliharalah kami sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan. Dan berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan kami dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan terkena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau. Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera untuk junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”


Berita Terkait


News Update