Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Ungkap Masalah Energi RI: Bukan Kekurangan BBM, Tapi Minim Storage

Kamis 05 Mar 2026, 14:30 WIB
Bahlil Lahadalia menjelaskan tantangan energi RI ada pada minimnya storage BBM. (Sumber: Instagram/@bahlillahadalia)

Bahlil Lahadalia menjelaskan tantangan energi RI ada pada minimnya storage BBM. (Sumber: Instagram/@bahlillahadalia)

Sebagai langkah strategis, pemerintah kini menyiapkan pembangunan fasilitas storage baru guna memperkuat ketahanan energi nasional.

Program ini merupakan arahan langsung Presiden agar Indonesia memiliki cadangan energi yang lebih kuat dan siap menghadapi potensi gangguan global. “Ini yang harus kita perbaiki dengan cara membangun storage agar cadangan kita bisa sampai dengan tiga bulan,” jelas Bahlil.

Target tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tahan energi nasional jika terjadi krisis pasokan internasional.

Baca Juga: Long Weekend Maret! Libur Nyepi dan Lebaran 2026 Kapan? Ini Jadwal Cuti Bersama

Sumatera Jadi Alternatif Lokasi Pembangunan

Pemerintah mulai mengkaji sejumlah wilayah sebagai lokasi pembangunan fasilitas penyimpanan energi baru. Salah satu daerah yang dipertimbangkan adalah wilayah Sumatera. “Kemarin saya sudah jelaskan, salah satu alternatifnya terbagi di wilayah Sumatera,” ujarnya.

Pembangunan storage di berbagai wilayah strategis dinilai penting untuk memastikan distribusi energi lebih merata sekaligus meningkatkan keamanan pasokan nasional.

Antisipasi Gejolak Energi Global

Langkah pembangunan storage BBM menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah menghadapi ketidakpastian pasar energi dunia. Ketegangan geopolitik global dinilai dapat memengaruhi stabilitas pasokan energi internasional kapan saja.

Dengan penambahan fasilitas penyimpanan baru, pemerintah berharap Indonesia memiliki cadangan energi yang jauh lebih kuat, stabil, dan tidak mudah terdampak oleh gejolak harga maupun gangguan distribusi energi global.


Berita Terkait


News Update