JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Tradisi mudik Lebaran menjadi momen yang dinanti banyak masyarakat Indonesia. Pada periode mudik tersebut, arus lalu lintas diperkirakan meningkat secara sigifikan, terutama melalui jalur darat.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, sekitar 3,67 juta kendaraan diperkirakan akan keluar dari Jakarta selama musim mudik tahun ini.
Lonjakan jumlah kendaraan tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama. Kondisi ini dapat berdampak pada bertambahnya waktu tempuh perjalanan para pemudik menuju kampung halaman.
Baca Juga: Penemuan Bayi dalam Paperbag Hebohkan Warga Kramat Pela, Polisi Lakukan Penyelidikan
Pentingnya Memastikan Kendaraan Siap Jalan

Menghadapi potensi kemacetan panjang, pengendara diimbau untuk memastikan kondisi kendaraan tetap prima sebelum melakukan perjalanan jarak jauh.
VP Marketing PT Pertamina Lubricants, Nugroho Setyo Utomo, menekankan bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi para pemudik.
“Keselamatan dan kenyamanan pemudik adalah hal utama. Kami selalu mengingatkan masyarakat agar melakukan pengecekan kendaraan sebelum berangkat mudik,” ucap Nugroho Setyo Utomo di Jakarta, Rabu 4 Maret 2025.
Menurutnya, situasi lalu lintas yang padat membuat mesin kendaraan bekerja lebih berat dibandingkan kondisi normal. Oleh karena itu, penggunaan pelumas yang masih dalam kondisi baik menjadi penting untuk menjaga performa mesin selama perjalanan jauh.
Baca Juga: Gegara Konsleting Listrik, Penangkaran Jamur Kayu di Bogor Ludes Terbakar
Komponen Kendaraan yang Perlu Dicek
Selain mengganti oli mesin sebelum perjalanan, beberapa komponen kendaraan lainnya juga perlu mendapat perhatian.
Pengendara disarankan memeriksa kondisi ban, sistem pengereman, air radiator, aki, lampu, wiper, hingga cairan pelumas lainnya. Pemeriksaan kondisi kendaraan ini bertujuan untuk mengurangi risiko gangguan teknis di tengah perjalanan.
Selain itu, perawatan berkala juga membantu menjaga efisiensi kerja mesin sehingga kendaraan tetap optimal saat menghadapi kondisi jalan yang padat.
Program Dukungan bagi Pemudik
Melihat meningkatnya kebutuhan masyarakat saat musim mudik, PT Pertamina Lubricants menghadirkan program Ramadhan dan Idul Fitri 2026 (RAFI).
Program tersebut mengusung tema Energi Berbagi, Menjaga Setiap Perjalanan dengan menghadirkan berbagai layanan yang berkaitan dengan perawatan kendaraan serta fasilitas pendukung bagi pemudik.
“Perjalanan pulang bukan sekadar mobilitas, melainkan perjalanan menuju kebersamaan, harapan dan kebahagiaan keluarga,” tutur Nugroho.
Baca Juga: Kemacetan Ramadhan di Jakarta Disebut Tak Bertambah, Hanya Bergeser Jamnya
Fasilitas Istirahat dan Layanan Kendaraan

Sejumlah layanan disiapkan dalam program tersebut, di antaranya Festival Ganti Oli (FGO) Ramadhan 2026 yang digelar dalam dua periode.
Periode pertama berlangsung pada 6-7 Maret 2026 di 12 kota melalui 24 jaringan bengkel mitra. Sementara periode kedua digelar pada 14–20 Maret 2026 di 18 kota dengan dukungan 28 bengkel mitra.
Selain itu terdapat kegiatan sosial melalui program Yuk Berbagi yang mendukung pemulihan pasca banjir di Aceh. Dalam kegiatan ini, layanan ganti oli gratis disediakan pada 10-11 Maret 2026 oleh mekanik difabel binaan Pertamina EP Rantau Field.
Layanan bagi Pemudik di Jalur Pantura dan Tol
Bagi pemudik yang melintasi jalur Pantura, tersedia fasilitas Lesehan Enduro pada 13-19 Maret 2026. Lokasi layanan ini berada di Masjid Al Huda Cirebon dan Masjid Al Fairuz Pekalongan.
Di lokasi tersebut, pemudik khususnya pengguna sepeda motor dapat memanfaatkan area istirahat, ruang tunggu, pijat dan refleksi, potong rambut, pemeriksaan kesehatan ringan, hingga pengecekan kendaraan.
Selain dua lokasi utama tersebut, layanan ganti oli juga diperluas ke sejumlah titik lain seperti Bekasi-Cikampek (Simpang Jomin), Nagreg, Ciamis, Ajibarang, Nganjuk, Ngawi hingga Banyuwangi.
Sementara itu, bagi pengguna kendaraan di jalur tol, tersedia Selasar Fastron yang beroperasi pada 14-19 Maret 2026 di sejumlah rest area seperti KM57A dan KM379A, Tol Surabaya-Madiun, Tol Surabaya-Malang KM66, serta area Pelabuhan Merak dan Bakauheni.
Melalui berbagai fasilitas tersebut, pemudik diharapkan dapat beristirahat dengan lebih nyaman sekaligus memastikan kendaraan tetap dalam kondisi siap melanjutkan perjalanan.