Ilustrasi - Perbedaan malam Lailatul Qadar dan Nuzulul Quran. (Sumber: Pexels/GR Stocks)

RAMADHAN

Malam Lailatul Qadar dan Nuzulul Quran Apakah Sama? Tenyata Ini Faktanya

Rabu 04 Mar 2026, 22:06 WIB

POSKOTACOID - Saat bulan Ramadhan, ada dua peristiwa bersejarah yang dikenal oleh umat Islam, yakni Lailatul Qadar dan Nuzulul Quran.

Tak sedikit umat Islam yang sering mengira bahwa kedua peristiwa tersebut adalah sebuah peristiwa yang sama.

Lantas, apakah benar bahwa Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar adalah peristiwa yang sama?

Baca Juga: Cek Jadwal Salat dan Buka Puasa di Jakarta Hari Ini, Rabu 4 Maret 2026

Apakah Lailatul Qadar dan Nuzulul Qur'an Sama?

Mengutip dari laman NU Online, Lailatul Qadar dan Nuzulul Qur'an  atau malam ke-17 bulan Ramadhan memiliki persamaan dan juga perbedaan.

Kedua malam tersebut sama-sama berkaitan dengan peristiwa turunnya Al-Quran pada bulan Ramadhan.

Peristiwa turunnya Al-Quran pada malam di bulan Ramadhan ini tertuang dalam QS. Al-Baqarah ayat 185.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدىً لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

Artinya: "Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)..." (QS. Al-Baqarah : 185)

Lalu, apakah perbedaan antara malam Lailatul Qadar dan Nuzulul Qur'an?

Baca Juga: Cerita Pekerja Serabutan di Jakbar Tak Bisa Mudik Lebaran karena Duit Pas-pasan

Perbedaan Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar

Sejumlah ulama menafsirkan bahwa ada beberapa tahap atau proses turunnya Al-Qur'an.

Mengutip dari Muhammadiyah, secara umum Al-Qur'an diyakini turun pada malam Lailatul Qadr atau 10 hari terakhir bulan Ramadan. Selain itu, Al-Quran juga diketahui diturunkan kepada umat manusia pada malam Nuzul Al-Quran atau 17 Ramadan.

Berikut ini proses turunnya Al-Qur'an pada bulan Ramadhan yang diyakini oleh para ulama.

1. Turunnya Al-Quran Secara Sekaligus (Lailatul Qadar)

Masih dihimpun dari Muhammadiyah, Al-Qur'an tercatat di Al-Lauh Al-Mahfiz pertama kali diturunkan ke Langit Dunia pada malam Lailatul Qadar. Hal ini seperti yang tertuang dalam QS. Al Qadr ayat 1.

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar.” (QS. Al-Qadr : 1)

Pakar tafsir terkemuka, Syekh Muhammad bin Ahmad al-Qurthubi menyatakan:


وَلَا خِلَافَ أَنَّ الْقُرْآنَ أُنْزِلَ مِنَ اللَّوْحِ الْمَحْفُوظِ لَيْلَةَ الْقَدْرِ عَلَى مَا بَيَّنَّاهُ جُمْلَةً وَاحِدَةً، فَوُضِعَ فِي بَيْتِ الْعِزَّةِ فِي سَمَاءِ الدُّنْيَا، ثُمَّ كَانَ جِبْرِيلُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْزِلُ بِهِ نَجْمًا نَجْمًا فِي الْأَوَامِرِ وَالنَّوَاهِي وَالْأَسْبَابِ، وَذَلِكَ فِي عِشْرِينَ سَنَةً.

Artinya: "Tidak ada perbedaan bahwa Al-Qur’an diturunkan dari Lauh al-Mahfuzh pada malam Lailatul Qadar secara keseluruhan seperti penjelasan kami. Maka Al-Qur’an terlebih dahulu diletakkan di Baitul Izzah di langit dunia. Kemudian Jibril menurunkannya secara berangsur tentang perintah, larangan dan sebab-sebab lainnya. Demikian itu terjadi selama 20 tahun."

Baca Juga: Mengapa Malam Lailatul Qadar Begitu Istimewa? Ini Keutamaannya Menurut Al-Quran

Dalam tafsir tersebut dijelaskan bahwa setelah penurunan Al-Qur'an sekaligus, Al-Qur'an lalu diturunkan secara berangsur-angsur atau bertahap kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril.

Jadi, Lailatul Qadar merupakan proses pertama dari turunnya Al-Quran yang kemudian dilanjutkan dengan penurunan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW.

2. Turunnya Al-Quran Secara Berangsur (Nuzulul Qur'an)

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Nabi Muhammad SAW selama kurun waktu 23 tahun kenabian menerima wahyu ayat-ayat Al-Quran yang disampaikan oleh malaikat Jibril secara bertahap, haik di Mekkah maupun Madinah.

Turunnya Al-Quran untuk pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW ini lah yang kemudian dikenal dengan malam Nuzul Al-Quran atau 17 Ramadan.

Adapun, wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW kala itu adalah lima ayat pertama surat Al-‘Alaq.


اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ۝١ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ۝٢ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ۝٣ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ۝٤ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ۝٥

Artinya: "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan (1) Dia menciptakan manusia dari segumpal darah (2) Bacalah! Tuhanmulah Yang Mahamulia (3) yang mengajar (manusia) dengan pena (4) Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya (5).

Berdasarkan penjelasan di atas, Lailatul Qadar mengacu pada turunnya Al-Quran tahap pertama, sedangkan Nuzul Al-Quran mengacu pada turunnya wahyu pertama dari turunnya Al-Quran tahap kedua.

Tags:
Perbedaan Nuzulul Qur'an dan Lailatul QadarRamadhanLailatul QadarNuzulul Quran

Kamila Sayara Avicena

Reporter

Kamila Sayara Avicena

Editor