BOGOR, POSKOTA.CO.ID - Bogor Street Festival (BSF) Cap Go Meh (CGM) 2026 kembali digelar meriah di sepanjang Jalan Surya Kencana, Kota Bogor. Perayaan budaya tahunan ini menjadi simbol kuat toleransi beragama, terlebih karena diselenggarakan bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.
Momentum ini mempertegas citra Kota Bogor sebagai salah satu daerah dengan tingkat toleransi yang tinggi di Indonesia, di mana tradisi budaya Tionghoa dapat berjalan berdampingan dengan nuansa religius Ramadhan.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menyebut bahwa sejumlah daerah di Indonesia rutin menggelar perayaan Cap Go Meh setiap tahun. Namun, ada dua kota yang dinilai memiliki perayaan terbesar dan paling berpengaruh, yakni Singkawang dan Kota Bogor.
Menurut Bima Arya, keistimewaan Bogor bukan hanya pada kemeriahan acaranya, tetapi juga pada kolaborasi erat antara masyarakat, komunitas, dan pemerintah daerah yang membuat perayaan ini terus lestari.
Baca Juga: 2 Pria Maling Kotak Amal di Parung Bogor Terekam CCTV, Polisi Buru Pelaku
“Tahun ini agak berbeda. Tidak hanya kolaborasinya, tetapi juga toleransinya, karena bertepatan dengan bulan Ramadan,” ujar Bima dikutip dalam keterangannya, Rabu, 4 Maret 2026.
Cap Go Meh 2026 Berpadu dengan Nuansa Ramadhan
Perayaan CGM tahun ini menghadirkan sentuhan berbeda. Rangkaian kegiatan berlangsung lebih elegan dengan adanya bazar Ramadan serta penyesuaian waktu parade yang digelar usai salat tarawih.
Bima Arya mengungkapkan bahwa sebelum parade dimulai, para tokoh dan masyarakat terlebih dahulu menunaikan salat tarawih bersama. Setelah itu, pawai budaya tetap berjalan dengan iringan nuansa Islami.
“Inilah ciri khas Kota Bogor. Toleransi bukan hanya slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam praktik,” tambahnya.
Baca Juga: Puluhan Artefak Rasulullah dan Sahabat Dipamerkan di Cibinong Bogor
Sepanjang Jalan Surya Kencana, kemeriahan terasa dengan kehadiran sekitar 20 kelompok penampil, termasuk 12 barongsai, berbagai sanggar budaya tradisional, marawis, serta partisipasi sekitar 500 UMKM.
Lampion warna-warni menghiasi langit malam, sementara denting tambur barongsai mengiringi ribuan warga yang memadati lokasi acara. Anak-anak hingga orang tua tampak antusias menyaksikan ragam pertunjukan.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh PPI Kota Bogor yang membawa Bendera Merah Putih. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan Liong Merah Putih sepanjang 50 meter yang diiringi Tim Qasidah, Mojang Jajaka Kota Bogor, Komunitas Lengser Ambu Bogor, drumband, hingga tarian tradisional Sunda.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa Cap Go Meh telah menjadi tradisi panjang di Kota Bogor
“Alhamdulillah, ini tradisi Kota Bogor yang sudah berlangsung 24 kali. Total sebenarnya 27 kali, tetapi tiga kali sempat tertunda. Ini merupakan bentuk komitmen masyarakat Bogor dalam menguatkan toleransi keberagaman,” ujarnya. (cr-6)