PALMERAH, POSKOTA.CO.ID - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 15 Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, mengalami penyesuaian menu selama bulan puasa. Jika pada hari biasa siswa menerima nasi lengkap dengan lauk, selama Ramadhan paket yang dibagikan lebih praktis dan tahan disimpan.
Menu MBG selama puasa berisi susu, roti, telur, biskuit, kacang tanah, hingga buah-buahan. Paket tersebut dibagikan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis.
Aby dan Daffa, siswa SD Negeri 15 Slipi, terlihat sumringah saat menerima paket MBG. Mereka membawa pulang paket tersebut untuk dikonsumsi di rumah.
“Ada roti tiga, ada susu tiga, ada telur. Senang lah,” ujar Aby.
Baca Juga: Menu MBG Diprotes Warga, Wabup Tangerang Minta SPPG Bertanggung Jawab
Menurutnya, paket yang diterima hari itu diperuntukkan untuk tiga hari. Pembagian berikutnya dilakukan pada Kamis untuk kebutuhan dua hari berikutnya.
Biasanya, pada hari sekolah normal, menu MBG berupa nasi dengan lauk ayam atau telur, lengkap dengan sayur dan buah. Namun selama puasa, sekolah menyesuaikan menu agar lebih fleksibel untuk dikonsumsi saat berbuka atau sahur.
Tanggapan Orangtua: Menu Dinilai Cocok, Ada Usul Diganti Uang
Salah satu orangtua murid, Annisa, menilai menu MBG selama puasa cukup sesuai dengan selera anak-anak.
“Kalau susu itu cocok. Telur, biskuit, roti juga masih disukai anak-anak,” ujarnya.
Baca Juga: Menu MBG Diduga Dikorupsi, Warga Pati Demo SPPG
Ia bahkan berpendapat menu seperti susu dan roti bisa diberikan lebih rutin dibanding nasi, karena tidak semua anak cocok dengan masakan tertentu.
Annisa berharap anaknya yang saat ini duduk di SD Negeri 01 Kota Bambu Utara juga segera mendapatkan program MBG. Saat ini, anaknya belajar sementara di SD Negeri 15 Slipi karena sekolah asalnya sedang renovasi.
Berbeda dengan Annisa, orangtua murid lainnya, Peiningrum justru mengusulkan agar program MBG diberikan dalam bentuk uang.
Menurutnya, jika berupa uang orangtua bisa memasak makanan sesuai selera anak di rumah.
Baca Juga: Atap Dapur MBG di Mancak Ambruk Diterjang Angin Kencang, BPBD Pastikan Tak Ada Korban
“Kalau uang kan bisa masak sendiri. Anak-anak kadang kurang cocok sama menu-nya,” katanya.
Ia mencontohkan anaknya lebih menyukai nasi bertekstur lembek. Meski demikian, ia tetap menilai menu MBG selama puasa masih layak karena anaknya menyukai susu, roti, dan buah.
Menu MBG Dipastikan Sesuai Selera dan Kebutuhan Siswa
Wakil Kepala Sekolah SD Negeri 15 Slipi, Suriadin menegaskan pihak sekolah terus berkoordinasi dengan dapur penyedia untuk memastikan menu sesuai kebutuhan siswa.
Sekolah juga menyampaikan masukan jika ada siswa yang alergi atau tidak menyukai makanan tertentu.
Baca Juga: Siswa SMPN 1 Pandeglang Keluhkan Menu MBG Didominasi Makanan Kering, Ini Penjelasan SPPG
“Kalau ada yang kurang atau perlu penyesuaian, kami langsung komunikasi dengan dapur,” jelasnya.
Selama puasa, pembagian MBG dilakukan dua kali seminggu, antara lain:
- Senin: untuk kebutuhan Senin–Rabu
- Kamis: untuk kebutuhan Kamis–Jumat
Ia juga menjelaskan bahwa makanan ringan seperti kurma, ubi rebus, dan keripik tempe hanya merupakan pelengkap atau camilan, bukan menu utama.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Slipi, Saiful Arifin juga memastikan seluruh paket MBG yang dibagikan selama puasa dalam kondisi aman dan layak konsumsi.
“Kami pakai roti yang baru jadi, masa kedaluwarsanya masih panjang dan aman untuk beberapa hari ke depan,” ujarnya.
Selama Ramadhan, menu MBG memang dibuat berbeda dari hari biasa yang umumnya berupa nasi ayam, sayuran, dan buah. Paket puasa lebih praktis dengan sistem bundling dan variasi menu yang berubah setiap pekan.
"Setiap hari berubah. Kami kan pakai yang paket bundling. Dikasihnya dua kali (dalam waktu satu minggu)," jelas Saiful.
SPPG juga telah memiliki data siswa yang memiliki alergi makanan sehingga penyesuaian dapat dilakukan lebih cepat.
Penyesuaian menu MBG selama bulan puasa di SD Negeri 15 Slipi menunjukkan adanya fleksibilitas dalam program pemenuhan gizi siswa. Menu seperti susu, roti, telur, dan buah dinilai lebih praktis, tahan simpan, serta cocok dikonsumsi saat berbuka atau sahur.
"Kami sudah punya datanya untuk siswa-siswa yang alergi," kata Saiful.