Update terbaru perang Iran vs AS-Israel (Sumber: Generated AI)

RAMADHAN

Perang Amerika-Israel dan Iran Kian Memanas, Bagaimana Cara Kita Bersikap?

Selasa 03 Mar 2026, 13:30 WIB

POSKOTA.CO.ID - Dunia dikejutkan dengan konflik antara Amerika-Israel dengan Iran, suasana yang selama ini belum menemukan titik terang kembali memanas, bahkan kini berada di puncak ketegangan.

Kedua pihak saling menyerang untuk mempertahankan legitimasi masing-masing, motif konflik utamanya adalah terkait nuklir yang dimiliki Iran dan hingga kini tak ada solusi untuk menyelesaikannya.

Beragam spekulasi pun mencuat. Serangan Amerika-Israel ke Iran memunculkan beragam pendapat, dari mulai penggantian rezim, pelumpuhan militer Iran hingga menjadikan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei sebagai target utamanya. 

Hal yang paling menyita perhatian kali ini adalah soal klaim keberadaan pemimpin tertinggi Iran. Kedua belah pihak diketahui memliki klaim yang berbeda terkait wafatnya Ali Khamenei.

Baca Juga: Perang Iran-Israel Meletus Ancam Selat Hormuz, Harga Minyak Globak Melonjak

Tentu kondisi ini dapat menjadikan sebuah kebingungan, sebuah tanda tanya besar apakah yang terjadi sebenarnya dan apa motif di balik itu semua.

Lantas, bagaimana seharusnya menyikapi konflik antara Amerika-Israel dan Iran yang terjadi saat bulan Ramadhan ini?

Bagaimana Sikap Hadapi Konfil AS-Israel dan Iran?

Menurut Ketua Lakpesdam PCNU Kabupaten Garut Rudi Sirojudin Abas yang Dilansir dari laman jabar.nu.or.id konflik ini sangat rumit dan kompleks, tidak hanya soal urusan agama. Berbagai kepentingan pun muncul. Penting untuk dipahami, bahwa konflik ini berakar pada faktor-faktor historis, sosial, teritorial, dan yang paling utama adalah motif politik.

Karena beragam motif inilah, banyak negara pun hanya mampu menjadi penonton dan bersikap secara hati-hati. 

Dimensi geopolitik dunia juga mempengaruhi sulit konflik ini dapat selesai dengan cepat. Negara-negara Islam sekalipun tampak berhati-hati dalam menyikapi dan mengambil sikap dalam konflik ini. Apalagi jika dibawa ke dalam ranah agama, Iran yang dikenal sebagai Islam Syi’ah justru banyak yang bersinggungan dengan negara-negara Islam yang kebanyakan beraliran Sunni.

Sebagai contoh misalnya, Arab Saudi mengecam keras tindakan Iran yang membalas serangan Amerika-Israel ke pangkalan militernya yang ada di negara-negara teluk/timur tengah.

Bisa jadi faktornya adalah faktor kemanusiaan. Dari serangan itu, sudah dipastikan akan berjatuhan korban dari sipil yang tidak bersalah. 

Baca Juga: Konflik Iran-Israel Memanas: 70 Ribu Pasukan Cadangan Dipanggil, Benarkah Tanda Dajjal?

Apabila melihat perkembangan eskalasi yang terus memburuk, tentunya tidak berharap konflik ini akan banyak menyeret banyak negara. Cukup konflik ini hanya melibatkan negara bersangkutan saja agar terhindar peristiwa kelam dahulu, Perang Dunia ke-1 dan ke-2, perang negara-negara teluk menjadi contoh nyata bahwa konflik berkepanjangan akan menimbulkan dampak kehancuran peradaban manusia seutuhnya. 

Peran PBB dan negara-negara internasional termasuk Indonesia sekalipun mampu memiliki peranan penting dalam kasus ini, paling tidak untuk meminimalisir konflik.

Diplomasi setiap negara dalam meyakinkan bahwa konflik berkepanjangan tidak akan membawa dampak yang bermanfaat sangat penting untuk digaungkan. Selain itu, negara-negara yang memiliki peranan strategis baik dalam segi ekonomi dan politik menarik untuk ditunggu perannya. 

Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim di dunia tentu merasa prihatin atas konflik yang terjadi hari ini. Politik bebas aktifnya sudah harus menemukan tajinya.

Jika ternyata Indonesia belum memiliki peran yang signifikan dalam meredam konflik ini, kekuatan doa sajalah yang mungkin bisa diberikan.

Tags:
Israel Amerika SerikatIranPerang AS-Israel dan IranKonflik Amerika Serikat-Israel dan Iran

Herdyan Anugrah Triguna

Reporter

Herdyan Anugrah Triguna

Editor