Teknologi AI Claude besutan Anthropic kini menjadi sorotan setelah laporan menyebutkan penggunaannya dalam operasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah. (Sumber: Dok/ MaZoneAI)

TEKNO

Mengapa Claude AI Digunakan AS untuk Operasi ke Iran? Ini Penjelasan Lengkapnya

Selasa 03 Mar 2026, 13:48 WIB

POSKOTA.CO.ID - Salah satu sumber dari Wall Street Journal mengungkapkan bahwa teknologi kecerdasan buatan (AI) milik Anthropic, yaitu Claude, digunakan dalam operasi militer Amerika Serikat saat melancarkan serangan ke Iran.

Informasi ini memicu perhatian global mengenai meningkatnya peran AI dalam pengambilan keputusan strategis di sektor pertahanan.

Menurut laporan tersebut, sistem AI telah digunakan secara luas dalam rantai komando militer, termasuk di kawasan Timur Tengah.

Claude bahkan disebut telah terintegrasi dengan Komando Pusat AS, sebuah institusi pertahanan yang memimpin operasi militer Amerika Serikat di wilayah tersebut.

Baca Juga: Xiaomi 17 Series Rilis Awal Maret 2026, Usung Teknologi Kamera Leica

Claude: Teknologi AI yang Dikembangkan Untuk Analisis Kompleks

Claude digambarkan sebagai model AI yang memiliki kemampuan analisis data tingkat lanjut serta pemahaman bahasa alami yang lebih mendalam. Berdasarkan keterangan resmi pada Selasa, 3 Maret 2026, Claude dikembangkan untuk menjawab pertanyaan kompleks, memproduksi teks, membuat ringkasan, hingga menganalisis pola data skala besar.

Selain memberikan rekomendasi berbasis tren, Claude juga dirancang untuk mendukung kebutuhan profesional dengan analisis mendalam.

Setelah peluncuran Claude 2, Anthropic memperkenalkan Claude 3 sebagai versi yang lebih responsif dan mampu menangani percakapan panjang serta instruksi kompleks.

Dalam pengembangan versi ketiganya, Anthropic menekankan peningkatan kemampuan Natural Language Processing (NLP) dan fitur otomatisasi yang lebih maju. Hal ini membuat Claude semakin mudah digunakan dalam pengelolaan tugas profesional maupun teknis.

Siapa Anthropic, Perusahaan di Balik Claude?

Anthropic adalah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang berdiri pada tahun 2021 dan didirikan oleh mantan anggota OpenAI. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan sistem AI yang aman, dapat diprediksi, dan berada dalam kendali manusia.

Anthropic mengklaim bahwa tim internalnya terdiri dari peneliti, insinyur, pakar kebijakan, hingga pemimpin bisnis dari berbagai bidang.

Mereka menekankan bahwa AI memiliki potensi risiko besar bagi umat manusia jika tidak dikembangkan secara bertanggung jawab, namun pada saat yang sama dapat menghadirkan manfaat luar biasa apabila diarahkan dengan tepat.

Dewan direksi Anthropic terdiri dari:

Mereka memandang perlindungan data dan keamanan digital sebagai prinsip utama dalam pengembangan AI.

Baca Juga: Link Resmi FF Kipas VIP ORI 2026 dan FF Beta 2026, Begini Cara Download Versi Terbaru Tanpa Risiko

Persaingan dengan ChatGPT: Claude Meroket ke Posisi Aplikasi Terpopuler

Pada awal 2026, Claude mendadak melesat menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh di toko aplikasi global, menggeser posisi ChatGPT. Padahal pada Januari 2026, Claude masih berada di peringkat 131.

Keberhasilan ini diperkuat oleh peluncuran Claude 3.5 Sonnet pada 2024, yang disebut memiliki kemampuan penalaran tingkat pascasarjana (GPQA), pengetahuan setara sarjana (MMLU), serta kemampuan pengkodean tinggi menurut parameter HumanEval.

Claude 3.5 Sonnet diklaim mampu memahami instruksi rumit, nuansa bahasa, dan bahkan humor dalam percakapan. Dalam pengujian internal, model ini memecahkan 64% masalah pemrograman, jauh di atas Claude 3 Opus yang hanya menyelesaikan 38%.

Anthropic juga menekankan komitmennya terhadap keamanan data. Mereka menyerahkan model Claude 3.5 Sonnet ke Institut Keselamatan Kecerdasan Buatan Inggris untuk evaluasi keselamatan pra-penyebaran.

Hasil uji tersebut kemudian dibagikan ke US AI Safety Institute sebagai bagian dari kerja sama bilateral mengenai pengembangan AI yang aman.

Penggunaan AI seperti Claude dalam operasi militer menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi pengamat keamanan internasional. Kehadiran sistem AI yang mampu memproses data dalam jumlah besar dan membuat rekomendasi strategis dinilai dapat mengubah dinamika pertahanan global.

Namun, sebagian lainnya melihat penggunaan AI sebagai langkah adaptif di tengah cepatnya perkembangan teknologi.

Tags:
keamanan data AIClaude 3.5 SonnetAI pertahananoperasi militer AS-IsraelAnthropicClaude AI

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor