Fenomena Gerhana Bulan Total. (Sumber: Wilkimedia Commons)

RAMADHAN

Jadwal Salat Gerhana Bulan 3 Maret 2026 Terbaru: Waktu, Niat, dan Cara Pelaksanaannya

Selasa 03 Mar 2026, 06:13 WIB

POSKOTA.CO.ID - Fenomena Gerhana Bulan Total yang akan terjadi pada 3 Maret 2026 dipastikan dapat diamati dari berbagai wilayah di Indonesia.

Peristiwa langka ini menjadi salah satu momen astronomis paling ditunggu masyarakat, baik dari sudut pandang ilmiah maupun religius.

Konfirmasi resmi telah disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang memproyeksikan durasi total fenomena ini berlangsung lebih dari lima jam.

Baca Juga: Prediksi Malam Lailatul Qadar 2026, Ini Daftar Malam Ganjil di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Gerhana Bulan Total Menurut BMKG

Deputi Bidang Geofisika Nelly Florida Riama menjelaskan bahwa gerhana bulan hanya terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus pada fase bulan purnama.

“Hal ini membuat Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Jika langit cerah, Bulan akan terlihat berwarna merah saat puncak gerhana terjadi,” ungkap Nelly.

Fenomena warna merah tersebut muncul karena proses hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, sehingga cahaya biru tersaring sementara cahaya merah mencapai permukaan Bulan.

Durasi Gerhana dari Awal hingga Akhir

BMKG mencatat durasi total gerhana akan berlangsung 5 jam 41 menit 51 detik, dengan rincian:

Seluruh fase ini dapat diamati di banyak wilayah Indonesia, dengan tingkat keterlihatan yang berbeda tergantung zona waktu dan posisi geografis.

Waktu Pengamatan Menurut LF PBNU

Fase Gerhana di Indonesia

Dari perspektif falak, Lembaga Falakiyah PBNU melalui Ma'rufin Sudibyo menyampaikan rincian fase gerhana bulan total yang jatuh bertepatan dengan 14 Ramadhan 1447 H.

Berikut waktunya (WIB):

Ma'rufin menjelaskan:

“Totalitas tampak gerhana berkisar 16 menit di wilayah paling barat hingga 58 menit di wilayah paling timur. Hanya Kepulauan Maluku dan Papua yang dapat menyaksikan keseluruhan fase gerhana.”

Perbedaan durasi tampak dipengaruhi waktu terbit Bulan. Wilayah Aceh tercatat mengalami durasi tampak tersingkat yaitu 1 jam 31 menit, sementara mayoritas wilayah Indonesia mendapatkan totalitas maksimum.

Durasi totalitas tampak terpendek juga terjadi di Aceh, yakni hanya 16 menit.

Pelaksanaan Salat Gerhana Bulan

Waktu Pelaksanaan Salat Khusuf

LF PBNU menegaskan bahwa fenomena Gerhana Bulan Total menjadi dasar sah pelaksanaan salat khusuf, dengan ketentuan waktu sebagai berikut:

WIB: sejak Magrib – 20.17 WIB

WITA: sejak Magrib – 21.17 WITA

WIT: 18.50 – 22.17 WIT

Salat ini dianjurkan dilakukan secara berjamaah di masjid.

Tata Cara Salat Gerhana Bulan (Salat Khusuf)

Niat Salat

Niat dibaca dalam hati:

Langkah-Langkah Salat Khusuf

Salat gerhana terdiri dari dua rakaat, namun masing-masing rakaat memiliki dua kali rukuk, sehingga strukturnya berbeda dari salat sunnah biasa.

Ulama menganjurkan membaca surat-surat panjang seperti Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa’, atau Al-Maidah. Setelah salat, disunnahkan mendengarkan khutbah berisi nasihat, ajakan berdzikir, doa, istighfar, dan sedekah.

Baca Juga: Konflik Iran-Israel Memanas: 70 Ribu Pasukan Cadangan Dipanggil, Benarkah Tanda Dajjal?

Cara Mengamati Gerhana Bulan dengan Aman

Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026 bukan hanya peristiwa astronomis langka, tetapi juga momentum spiritual bagi sebagian masyarakat Indonesia.

Dengan perpaduan data ilmiah dari BMKG dan panduan keagamaan dari LF PBNU, masyarakat dapat mempersiapkan diri untuk menyaksikan dan menjalani ibadah dengan tepat waktu serta khusyuk.

Fenomena ini sekaligus menjadi kesempatan edukatif bagi generasi muda untuk memahami dinamika tata surya dan keindahan alam ciptaan Tuhan.

Tags:
salat khusufsalat gerhanaLF PBNUBMKG waktu gerhana bulanGerhana Bulan Total 2026

Yusuf Sidiq Khoiruman

Reporter

Yusuf Sidiq Khoiruman

Editor