Ilustrasi fenomena "Blood Moon" atau gerhana bulan total yang akan terjadi Selasa, 3 Maret 2026. (Sumber: Instagram/@brin_indonesia)

RAMADHAN

Fenomena Blood Moon saat Ramadhan dan Kenapa Shalat Gerhana Dilakukan? Simak Penjelasannya

Selasa 03 Mar 2026, 17:12 WIB

POSKOTA.CO.ID - Fenomena gerhana bulan total akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026 serta bertepatan dengan 14 Ramadhan 1447 Hijriah.

Tentu saja, adanya fenomena ini sayang untuk dilewatkan, sebab menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk melaksanakan shalat gerhana bulan.

“Gerhana bulan total ini dikenal dengan istilah Moonrise Eclipse, karena bulan akan terbit dalam keadaan sudah berada di fase gerhana. Gerhana bulan total sesaat setelah berbuka menambah kekhidmatan ibada puasa,” kata Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof Thomas Djamaludin dikutip dari akun Instagram resmi @brin_indonesia, Selasa.

Thomas menjelaskan gerhana bulan total ini terjadi saat matahari, bumi, dan bulan berada dalam satu garis lurus yang sempurna.

Baca Juga: Ada Gerhana Matahari Cincin Hari Ini 17 Februari 2026, Apakah Pertanda Hilal 1 Ramadhan 1447 H?

Ia menyebutkan dalam kondisi tersebut bulan seolah “bersembunyi” di bayangan inti bumi (umbra). Kemudian cahaya matahari terhalang total, tetapi bulan tidak gulap gelita dan justru tampak berwarna jingga hingga merah gelap.

“Karena tampilan khas dan dramatis inilah dikenal fenomena “Blood Moon” (Bulan Merah Darah),” kata Thomas.

Dari keterangan BRIN, waktu mulai gerhana bulan ini pukul 16.50 WIB. Lalu, fase total “Blood Moon” terjadi pukul 18.04 - 19.02 WIB.

Selanjutnya, gerhana bulan sebagian berakhir pukul 20.17 WIB.

Baca Juga: Awal Ramadhan 2026 Mulai Kapan? Gerhana Matahari Cincin Jadi Penentu Astronomis

Tata Cara dan Kenapa Shalat Gerhana Dilakukan?

Ilustrasi tata cara shalat gerhana. (Sumber: Instagram/@kemenag_ri)

Mengutip akun Instagram resmi @kemenag_ri, shalat khusuf atau shalat gerhana bulan hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Pasalnya bagi umat Islam, gerhana bulan merupakan momen spiritual untuk menganggungkan kebesaran Allah SWT.

Tata cara shalat gerhana sedikit berbeda dari shalat sunnah pada umumnya, yaitu dua rakaat dengan setiap rakaatnya memiliki dua ruku dan dua i’tidal.

Adapun tata cara shalat gerhana, antara lain:

Arab:

أُصَلِّي سُنَّةَ الْخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:

Ushalli sunnatal khusuufi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya:

“Saya niat shalat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Kemenag pun menganjurkan untuk memperbanyak doa, zikir dan istighfar selama berlangsungnya gerhana bulan.

Tags:
shalat gerhanagerhana bulan totalRamadhanBlood Moonshalat gerhana bulantata cara shalat gerhana

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor