DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok menyiapkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Rycle (TPS 3R) di Jalan Jawa, Depok Utara Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok, untuk mengolah 10 ton sampah per hari menjadi Refuse Derived Fuel (RDF).
Koordinator Unit Pengelolaan Sampah TPS 3R Beji, Andriansyah mengatakan proses revitalisasi hanggar UPS baru saja selesai.
"Nantinya TPS 3R ini direncanakan mampu mengolah sampah sampai dengan kapasitas 10 ton perhari menjadi RDF. Sehingga nanti dapat mengurai sampai masuk ke TPA Cipayung," kata Andriansyah kepada wartawan di lokasi, Senin, 2 Maret 2026.
Sebelum beroperasi, pihaknya dengan tim DLHK Kota Depok melakukan uji coba terhadap mesin pengelolahan sampah untuk menilai kinerja mesin dan melakukan evaluasi sebelum ke tahap operasional full.
Baca Juga: Kawanan Pencuri Bobol Pusat Gadai Cipayung Depok, Kabur Saat Polisi Datang
"Rencananya akan beroperasi full di akhir bulan Maret 2026 atau setelah hari raya Idul Fitri," ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni menyebutkan, proyek ini bagian dari strategi mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung sekaligus memanfaatkan sampah menjadi RDF.
"Sampah yang masuk akan dipilah terlebih dahulu. Material organik akan diproses menjadi kompos, sementara sampah anorganik dan residu akan dikonversi menjadi RDF. Konsepnya adalah sampah tidak lagi menjadi masalah, tapi menjadi solusi energi terbarukan," ucapnya.
Hasil uji coba itu akan dievaluasi sebelum fasilitas resmi beroperasi penuh pada akhir Maret 2026.
Baca Juga: Sopir Taksi Listrik Hantam Pohon di Cimanggis Depok, Polisi Sebut Sopir Diduga Micro Sleep
"Oleh karena itu, edukasi masyarakat terkait pemilahan sampah tetap menjadi fokus kami,” ujar dia.
DLHK Depok menargetkan pengolahan sampah menjadi RDF bisa mengurangi kiriman sampah ke TPA Cipayung hingga 20 persen.
"Kami berharap fasilitas serupa bisa diterapkan di wilayah lain Kota Depok, sehingga pengelolaan sampah tidak hanya terkonsentrasi di satu titik,” katanya.
Dengan adanya TPS 3R, masyarakat lebih patuh untuk mengolah sampah.
"Sampah yang diubah menjadi bahan bakar dapat digunakan untuk pembangkit listrik skala kecil atau industri, sehingga memberikan nilai ekonomi bagi kota. Berharap warga semakin sadar bahwa sampah bukan sekadar masalah kota, tapi potensi energi dan ekonomi yang bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan," pungkasnya.
