Pada Sidang Umum MPR 1993, Try Sutrisno terpilih sebagai Wakil Presiden RI ke-6. Ia lalu mendampingi Presiden Suharto dalam periode yang penuh dinamika, terutama menjelang krisis ekonomi Asia 1997–1998 yang berdampak besar terhadap Indonesia.
Masa jabatannya berakhir pada 1998 seiring dengan berakhirnya kepemimpinan Presiden Suharto dan dimulainya era Reformasi.
Warisan dan Pengaruh
Sebagai figur militer yang kemudian menduduki jabatan sipil tertinggi kedua di Indonesia, Try Sutrisno menjadi bagian penting dalam sejarah transisi politik Indonesia dari Orde Baru menuju Reformasi.
Kiprahnya mencerminkan kuatnya peran militer dalam struktur pemerintahan Indonesia pada periode tersebut, sekaligus menjadi catatan penting dalam perjalanan demokrasi nasional.
