Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di rumah duka Wakil Presiden keenam Republik Indonesia Try Sutrisno, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 2 Maret 2026. (Sumber: Poskota/M. Tegar Jihad)

JAKARTA RAYA

Pramono Anung Kenang Try Sutrisno Sebut Bangsa Kehilangan Bapak Teladan

Senin 02 Mar 2026, 15:03 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Wakil Presiden keenam Republik Indonesia, Try Sutrisno yang meninggal dunia pada Senin, 2 Maret 2026, di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Pramono mengaku sangat kehilangan sosok Try Sutrisno yang telah dikenalnya selama puluhan tahun. Menurutnya, almarhum merupakan figur bapak bangsa yang mampu merangkul semua kalangan.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya sebagai pribadi yang mengenal dekat lama dengan Pak Try Sutrisno, tentunya merasa kehilangan. Karena beliau ini adalah sosok bapak bangsa yang merangkul semua orang,” ujar Pramono saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 2 Februari 2026.

Pramono menuturkan, dirinya telah mengenal Try Sutrisno sejak sekitar tahun 1995. Kedekatan tersebut membuat kepergian almarhum terasa sangat personal baginya.

Baca Juga: Almarhum Try Sutrisno Dimakamkan di TMP Kalibata Setelah Disalatkan di Masjid Sunda Kelapa

Ia juga menegaskan bahwa bangsa Indonesia kehilangan figur teladan yang hingga akhir hayatnya mendedikasikan hidup untuk negara.

“Kita semua kehilangan orang yang sampai akhir hayatnya mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan negara. Kita semua pasti kehilangan Pak Try Sutrisno,” lanjutnya.

Pramono mengungkapkan bahwa pertemuan terakhirnya dengan almarhum terjadi sekitar lima hingga enam bulan lalu. Saat itu, Try Sutrisno masih aktif menjalankan tugasnya di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Menurut Pramono, almarhum dikenal sebagai sosok yang sangat teguh memegang nilai Pancasila dan konstitusi.

Baca Juga: Sosok Istri Try Sutrisno Siapa? Ini Profil Keluarga yang Disorot Setelah Wafatnya Sang Jenderal

“Beliau kalau urusan Pancasila, konstitusi, itu selalu dipegang teguh. Urusan konstitusi itu sesuatu yang inherent dalam hidup beliau,” kata Pramono.

Meski kondisi fisiknya mulai menurun, Pramono menilai semangat hidup dan pengabdian Try Sutrisno tidak pernah pudar, bahkan di usia yang hampir menginjak 90 tahun.

Pramono juga menyebut adanya kedekatan pribadi antara almarhum dengan Megawati Soekarnoputri, yang kerap menjadi ruang diskusi bersama.

“Beliau mempunyai kedekatan pribadi dengan Bu Mega, dan kami sering berdiskusi bertiga,” ungkap Pramono.

Kepergian Try Sutrisno meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia yang mengenal dedikasi dan keteladanannya sepanjang hidup. (cr-4). 

Tags:
sosok Try SutrisnoTry Sutrisno meninggal duniaTry SutrisnoPramono AnungDKI Jakarta

Tim Poskota

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor