MENTENG, POSKOTA.CO.ID - Jenazah Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan pada Senin, 2 Maret 2026.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan memimpin langsung upacara pemakaman yang digelar secara militer, sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.
Liang lahad telah disiapkan di kavling 131. Letak pusara Try Sutrisno berada tidak jauh dari makam Presiden ke-3 BJ Habibie dan istrinya Ainun Habibie, serta almarhumah Ani Yudhoyono, istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Sejumlah pejabat negara dan tamu undangan mulai berdatangan ke TMP Kalibata untuk mengikuti prosesi pemakaman. Di antara yang hadir tampak Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi.
Sebelum dimakamkan, jenazah diberangkatkan dari RSPAD Gatot Soebroto menuju Masjid Sunda Kelapa untuk disalatkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, jenazah tiba di masjid sekitar pukul 11.22 WIB setelah sebelumnya dibawa dari rumah duka di Jalan Purwakarta menggunakan ambulans.
Saat tiba di Masjid Sunda Kelapa, peti jenazah yang telah diselimuti bendera Merah Putih langsung dibawa masuk ke dalam masjid.
Prosesi salat jenazah berlangsung khusyuk pada pukul 12.25 WIB dan dihadiri sejumlah tokoh nasional, pejabat publik, serta masyarakat yang memadati area masjid untuk memberikan penghormatan terakhir.
Baca Juga: Pemakaman Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Digelar di TMP Kalibata, Presiden Prabowo Pimpin Upacara
Mantan Wakil Presiden Ma'ruf Amin juga terlihat hadir dalam salat jenazah tersebut. Sementara itu, putra kedua almarhum, Taufik Dwicahyono, bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan salat.
Usai prosesi di Masjid Sunda Kelapa, jenazah kemudian diberangkatkan menuju TMP Kalibata untuk dimakamkan secara kenegaraan dengan upacara militer.
Taufik mengungkapkan, pesan terakhir sang ayah yang selalu menegaskan komitmennya untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara hingga akhir hayat.
Ia menyampaikan, sosok sang Ayah semasa hidupnya dikenal sebagai sosok yang konsisten memperjuangkan berbagai isu kebangsaan. Bahkan hingga menjelang sakit, Try Sutrisno masih menjalankan sejumlah aktivitas.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Minta Maaf Soal Pernyataan Kewajib Zakat Viral, Tegaskan Zakat Tetap Wajib
“Bapak memang selalu bilang bahwa, dan selama ini kita tahu bapak selalu berjuang untuk masalah undang-undang, ya aktif (juga) di BPIP dan segala macam. Selalu beliau bilang, saya akan selalu berjuang sampai saya meninggal, insyaallah itu terpenuhi, sampai sebelum sakit beliau masih aktif,” ucap Taufik.
Menurut Taufik, salah satu aktivitas terakhir sang ayah adalah meluncurkan sebuah buku yang memuat kisah serta pandangannya dalam mendidik anak-anaknya.
Momen peluncuran buku tersebut bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-90 Try Sutrisno pada November tahun lalu.
Buku tersebut berisi cerita tentang bagaimana ayahnya membesarkan dan memberikan nasihat kepada anak-anaknya selama ini. (man)