POSKOTA.CO.ID - Menjelang akhir Ramadhan, pertanyaan seputar zakat sering muncul di kalangan umat Islam.
bolehkah menunaikan zakat fitrah dan zakat mal sekaligus? Banyak Muslim yang memiliki kewajiban zakat mal sekaligus wajib zakat fitrah di bulan yang sama.
Lalu, bagaimana hukumnya menurut syariat?
Dilansir dari laman resmi rumah zakat pada Minggu, 1 Maret 2026. Berikut penjelasannya.
Baca Juga: Jaga Ketertiban selama Ramadhan, Forkopimda Kabupaten Bogor Gelar Patroli Gabungan Skala Besar
Perbedaan Mendasar Zakat Fitrah dan Zakat Mal

Zakat fitrah merupakan zakat wajib yang dikeluarkan setiap Muslim di akhir Ramadhan menjelang Idulfitri.
Tujuannya membersihkan diri dari kekurangan puasa serta membantu fakir miskin merayakan hari raya dengan layak. Besarannya tetap, biasanya setara 2,5-3 kg bahan makanan pokok per jiwa.
Sementara zakat mal (zakat harta) dikenakan pada harta yang mencapai nisab dan haul (satu tahun kepemilikan), seperti emas, perak, tabungan, saham, atau hasil usaha.
Persentasenya 2,5 persen dari harta yang memenuhi syarat, dengan tujuan membersihkan harta dan mendistribusikan kekayaan secara adil.
Baca Juga: Razia Miras Oplosan Berkedok Toko Jamu saat Ramadhan, Polsek Tajurhalang Amankan 82 Botol
Dari segi waktu:
- Zakat fitrah: Boleh disegerakan sejak awal Ramadhan, wajib sebelum salat Id, dan makruh setelahnya.
- Zakat mal: Dibayar saat harta mencapai nisab dan haul, tanpa batas waktu khusus, meski boleh dipercepat.
Hukum Menunaikan Zakat Fitrah dan Zakat Mal Bersamaan
Secara syariat, boleh menunaikan keduanya sekaligus, terutama jika waktu zakat mal bertepatan dengan Ramadhan.
Mayoritas ulama memperbolehkan hal ini karena zakat mal bisa dipercepat, dan Ramadhan adalah waktu berpahala besar untuk beramal.
Banyak umat Islam memilih membayar zakat mal di bulan Ramadhan agar mendapat keutamaan pahala berlipat. Namun, syarat utamanya:
- Niat harus jelas dan terpisah untuk masing-masing zakat.
- Tidak boleh menggabungkan satu pembayaran untuk menggugurkan dua kewajiban sekaligus.
- Perhitungan tetap terpisah: zakat fitrah ukurannya tetap, zakat mal berdasarkan persentase harta.
Bolehkah Digabung dalam Satu Penyaluran atau Transaksi?
Ya, boleh disalurkan melalui satu lembaga amil zakat atau dalam satu transfer, asalkan:
Baca Juga: Amalan Apa yang Harus Disiapkan di Malam Lailatul Qadar? Ini Kata Ustadz Khalid Basalamah
- Dana dicatat terpisah.
- Niat membedakan keduanya.
- Tidak menyamakan besaran atau jenisnya.
Contoh: Anda membayar zakat fitrah RpX per jiwa, lalu menambahkan zakat mal hasil perhitungan terpisah dalam transfer yang sama ke Baznas atau LAZ terpercaya. Hal ini sah dan praktis.
Keutamaan Membayar Zakat di Bulan Ramadhan
Ramadhan adalah bulan penuh berkah, di mana amal shaleh dilipatgandakan pahalanya. Mempercepat zakat mal ke bulan ini tidak hanya sah, tapi juga dianjurkan oleh banyak ulama, selama harta sudah mencapai nisab.
Dengan demikian, menunaikan zakat fitrah dan zakat mal bersamaan bisa menjadi cara optimal memaksimalkan pahala.
Hal-Hal Penting yang Harus Diperhatikan
Agar zakat sah dan diterima:
- Pastikan perhitungan zakat mal akurat sesuai nisab terkini dan haul.
- Zakat fitrah harus dibayar sebelum salat Id; jika terlambat tanpa uzur syar'i, statusnya menjadi sedekah biasa.
- Niatkan secara spesifik: niat zakat fitrah untuk menyucikan diri, niat zakat mal untuk membersihkan harta.
- Salurkan kepada mustahik yang berhak sesuai QS. At-Taubah: 60.
Ya, boleh menunaikan zakat fitrah dan zakat mal sekaligus, selama syarat-syarat terpenuhi: niat terpisah, perhitungan benar, dan waktu sesuai ketentuan.
Keduanya tetap dua kewajiban berbeda yang tidak bisa digabung menjadi satu jenis zakat.
Dengan pemahaman yang benar, kita bisa menunaikan zakat secara sempurna, membersihkan harta dan jiwa, serta membantu sesama di bulan mulia.
Semoga zakat yang kita keluarkan menjadi penyebab keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.
