Bunga Sartika Sudahi Konten 'Halo Kakak Spill Skincare', Tasya Farasya Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka

Minggu 01 Mar 2026, 11:39 WIB
Tasya Farasya (kiri) dan Bunga Sartika (kanan) tengah menjadi sorotan publik usai polemik terkait konten “halo kakak” mencuat dan memicu diskusi luas di media sosial. (Sumber: Tiktok)

Tasya Farasya (kiri) dan Bunga Sartika (kanan) tengah menjadi sorotan publik usai polemik terkait konten “halo kakak” mencuat dan memicu diskusi luas di media sosial. (Sumber: Tiktok)

Ia menambahkan bahwa beberapa konten yang belum terjadwal masih akan tayang. “Aku juga minta maaf kalau beberapa waktu ke depan masih ada postingan dengan aku sebagai host-nya, karena masih ada jadwal tayang,” tambahnya.

Bunga mengungkapkan keputusannya diambil karena ia masih berusia 19 tahun dan membutuhkan waktu untuk belajar. “Aku ingin terus berkembang dan menjadi lebih dewasa,” tutupnya sambil menahan tangis.

Baca Juga: Lomba Lari Jalan Lingkar Stadion Pakansari Jadi Hiburan Warga Bogor saat Ramadhan

Tasya Farasya Klarifikasi dan Meminta Maaf

Setelah pengunduran diri Bunga memicu pembicaraan luas, Tasya akhirnya memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengakui bahwa ucapannya memiliki dampak besar dan meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung.

“First of all, aku minta maaf kalau dampak dari perkataan aku menyinggung berbagai pihak,” tulisnya.

Tasya menegaskan bahwa dirinya tak memiliki niat untuk menimbulkan kegaduhan sebesar ini. “Aku jadi menyadari betapa impactful-nya ucapan aku walaupun nggak ada niatan bikin situasi jadi besar,” lanjutnya.

Meski telah meminta maaf, Tasya menyatakan tetap berpegang pada prinsip transparansi dalam endorsement.

“Aku punya respect pada sesama content creator, tapi aku juga akan tetap firm dengan seluruh values dan transparansi dalam endorsement yang aku pegang,” tegasnya.

Ia memastikan akan menjadikan kejadian ini sebagai evaluasi. “Aku belajar dari kejadian ini supaya bisa lebih mawas dalam menyampaikan pendapat ke depannya,” tulisnya.

Kontroversi Tasya–Bunga memperlihatkan bahwa ekosistem kreator konten, yang sangat bergantung pada personal branding, rentan terguncang oleh komentar dari kreator besar. Jargon “halo kak!” yang dibawakan Bunga misalnya, menjadi diferensiasi yang memperkuat identitas kontennya.

Di sisi lain, keputusan Bunga untuk mundur dari Quezely juga memunculkan diskursus mengenai tekanan psikologis pada kreator muda, terutama ketika menghadapi kritik massal di media sosial. Usianya yang masih 19 tahun menjadi sorotan, mengingat tuntutan industri digital yang sangat cepat dan intens.


Berita Terkait


News Update