JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - DPRD DKI Jakarta mengajak ratusan anak muda untuk terlibat langsung dalam diskusi mengenai proses implementasi kebijakan publik, mulai dari pelaksanaan program hingga penggunaan anggaran daerah.
Forum ini menjadi ruang dialog terbuka agar generasi muda dapat memahami sekaligus menyampaikan pandangannya secara langsung kepada wakil rakyat.
Diskusi tersebut diselenggarakan oleh Bijak Memantau, yang bertajuk ‘Touchbase ame DPRD: Rempug Longok Dapur Kebijakan Kite’ ini digelar di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 28 Februari 2026
Perwakilan Sekretariat Bijak Memantau, Efraim Leonard menyampaikan bahwa forum ini digelar sebagai jembatan kesenjangan partisipasi publik dalam proses kebijakan.
Baca Juga: Lebih dari 1.300 Taman Dijaga, Pemprov DKI Perkuat Pengawasan RTH
"Touchbase kami desain di tingkat DPRD karena di sinilah aspirasi warga bisa langsung diterjemahkan menjadi pengawasan kebijakan dan anggaran,” ujar Efraim.
Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta, Elva Farhi Qalbina mengatakan, acara ini dinilai penting karena mampu mematahkan jarak psikologis antara masyarakat khususnya anak muda dengan anggota DPRD.
"Karena masyarakat, teman-teman muda yang mungkin hari ini biasanya melihat anggota DPRD itu jauh gitu ya, untouchable gitu atau nggak bisa akses ke anggota DPRD-nya," ujar Elva.
Elva menjelaskan, bahwa tugas dan fungsi DPRD mulai dari pembentukan peraturan daerah, penganggaran, hingga pengawasan menjadi pintu masuk utama untuk memperjuangkan isu-isu generasi muda.
Baca Juga: Cegah Pencurian Saat Mudik, Polda Metro Jaya Poskamling Terpadu
"Kami mendorong kebijakan yang menyuarakan isu anak muda di DKI Jakarta. Misalnya isu pendidikan, termasuk KJMU yang sempat menimbulkan banyak polemik. Lalu perlindungan terhadap perempuan dan anak dari kekerasan, serta pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas,” ucapnya.
Namun, ia juga mengakui adanya tantangan besar dalam menyalurkan aspirasi anak muda ke ranah kebijakan.
"Tantangannya tentu saja sebetulnya ini ya, apa, masih dilihat stigma mungkin ya. Anak muda ini sepertinya harus membuktikan sesuatu terlebih dahulu baru kemudian suaranya, 'oh oke anak muda yang ini beneran nih memperjuangkan aspirasi pemilihnya' seperti itu. Itu tantangan yang paling besar," ungkap Elva.
Selanjutnya, Anggota DPRD DKI Jakarta, Ghozi Zulazmi menyoroti sejumlah isu yang paling banyak mendapat perhatian peserta. Pertama adalah sektor pendidikan.
Baca Juga: DPD Golkar Jakarta Gelar DINAR Ramadhan, 300 Anak Ikuti Lomba Mewarnai dan Kaligrafi
Banyak anak muda yang secara langsung mempertanyakan alokasi dan proyeksi anggaran pendidikan yang dari tahun ke tahun terus meningkat.
"Apalagi ketika nanti ada program-program yang bombastis gitu ya, harap diperhatikan isu-isu KJP, KJMU jangan sampai terhenti gitu ya," kata Ghozi.
Isu kedua yang mencuat adalah soal program bantuan dan perhatian pemerintah kepada kelompok kelas menengah. Menurut Ghozi, kelompok ini kerap berada di posisi sulit karena tidak termasuk penerima bantuan sosial, padahal mereka juga menghadapi beban ekonomi yang tidak ringan.
"Sedangkan memang kelas menengah ini kan nggak bisa mendapatkan bantuan sosial, sementara banyak juga yang mereka butuh bantuan gitu ya dari Pemprov DKI Jakarta," ungkapnya.
Anggota Komisi E DPRD Jakarta ini juga menyampaikan bahwa Pemerintah daerah perlu memikirkan skema yang bersifat win-win agar kelompok ini tetap merasakan kehadiran negara.
“Bukan bantuan sosial, tapi apa yang bisa diberdayakan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk mereka. Ini pasti akan kita diskusikan di Komisi E,” ujarnya.
Selain itu, turut hadir Anggota DPRD DKI Jakarta Uwais Elqoroni dan Farah Savirah. Sebagai informasi, kegiatan ini dirancang untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses kebijakan publik, dengan fokus pada pemenuhan pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, tata ruang, dan transportasi publik yang menjadi perhatian utama warga muda Jakarta. (cr-4)
Para Anggota DPRD DKI Jakarta saat berdiskusi dengan anak muda di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 28 Februari 2026. Poskota/M Tegar Jihad