POSKOTA.CO.ID - Ramadhan identik dengan kegiatan keagamaan seperti lomba islami, kajian, dan pesantren kilat. Salah satu metode yang efektif untuk memperdalam ilmu agama adalah cerdas cermat.
Kegiatan ini membutuhkan materi soal yang sistematis, akurat, dan mudah dipahami. Berikut kumpulan contoh pertanyaan tentang puasa Ramadhan lengkap dengan jawaban yang cocok unutk anak sekolah dari mulai SD, SMP hingga SMA.
Penyusunan dilakukan secara bertahap dari level paling dasar hingga tingkat mahir, sehingga dapat menjadi referensi bagi panitia lomba, guru, atau pembina kegiatan keagamaan.
Baca Juga: Razia Miras Oplosan Berkedok Toko Jamu saat Ramadhan, Polsek Tajurhalang Amankan 82 Botol
Pengertian Puasa Menurut Bahasa dan Istilah
Dalam kajian fikih, memahami definisi puasa merupakan fondasi sebelum mempelajari hal-hal teknis. Secara bahasa, kata shaum atau shiyam berarti “menahan”. Dalam kitab klasik, para ulama menegaskan bahwa puasa bermakna menahan diri dari sesuatu.
Secara istilah, puasa adalah:
“Menahan diri pada waktu tertentu dari hal-hal tertentu dengan syarat tertentu.”
Dalam kitab Fath Al-Qarib Al-Mujib, dijelaskan bahwa puasa secara syar’i berarti:
“Menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan, seperti makan, minum, dan hubungan suami istri, semata-mata karena taat kepada Allah, dengan niat yang ditentukan, sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.”
Dasar kewajiban puasa termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Contoh Pertanyaan tentang Puasa Level Mudah
Cocok untuk siswa SD, remaja pemula, atau kuis cepat.
- Apa yang dimaksud dengan puasa wajib?
Jawaban: Puasa yang diwajibkan oleh Allah bagi umat Islam.
- Puasa wajib yang dilakukan setiap bulan Ramadhan disebut apa?
Jawaban: Puasa Ramadhan.
- Apa hukum makan sahur?
Jawaban: Sunnah dan mengandung keberkahan.
- Kapan waktu terbaik makan sahur?
Jawaban: Menjelang waktu Subuh.
- Apa doa berbuka puasa yang dianjurkan?
Jawaban: “Allahumma laka sumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika aftartu.”
- Apa yang terjadi jika seseorang lupa makan saat puasa?
Jawaban: Tidak membatalkan puasa.
- Sebutkan hari yang dilarang berpuasa!
Jawaban: Idul Fitri dan Idul Adha.
- Apakah wanita haid boleh berpuasa?
Jawaban: Tidak boleh dan wajib mengganti di hari lain.
Pertanyaan dasar seperti ini membantu peserta memahami konsep awal sebelum melangkah ke pembahasan lebih kompleks.
Contoh Pertanyaan tentang Puasa Level Menengah
Pertanyaan pada level menengah menguji pemahaman mengenai dalil dan hukum-hukum fikih.
- Sebutkan tiga syarat wajib puasa!
Jawaban: Islam, baligh, berakal.
- Apa saja rukun puasa?
Jawaban: Niat dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan.
- Berapa ayat dalam Al-Qur’an yang membahas puasa Ramadhan?
Jawaban: Empat ayat dalam Surah Al-Baqarah (183, 184, 185, 187).
- Apa hukum shalat tarawih?
Jawaban: Sunnah muakkadah.
- Ada berapa rakaat shalat tarawih?
Jawaban: Umumnya 8 atau 20 rakaat, ditambah witir.
Contoh Pertanyaan Level Sulit (Esai)
Digunakan untuk lomba tingkat lanjutan, diskusi fikih, atau pengayaan materi.
- Bagaimana hukum orang yang berpuasa tetapi tidak shalat?
Jawaban: Puasanya sah, tetapi ia meninggalkan kewajiban besar. Shalat adalah rukun Islam dan amal pertama yang dihisab.
- Apa tanda puasa diterima Allah?
Jawaban: Meningkatnya ketaatan, akhlak yang lebih baik, rajin beribadah, dan tumbuhnya kepedulian sosial.
- Apakah mencicipi masakan membatalkan puasa?
Jawaban: Tidak, selama tidak ditelan dengan sengaja.
- Apa hukum suntik insulin?
Jawaban: Boleh, karena tidak melalui saluran pencernaan.
- Bagaimana hukum berhubungan suami istri di siang hari Ramadhan?
Jawaban: Puasa batal dan wajib membayar kafarat (memerdekakan budak, atau puasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan 60 fakir miskin).
Baca Juga: Pengamat Ekonomi Soroti Dampak Positif Penjualan Kue Lebaran bagi UMKM
Contoh Pertanyaan HOTS (Tingkat Mahir)
Pertanyaan berikut menguji kemampuan analitis peserta terhadap fikih klasik dan kontemporer.
1. Apa yang dimaksud dengan “Muntashiful Lail” dalam pembahasan batas niat puasa menurut sebagian ulama?
Jawaban: Titik pertengahan malam Istilah Muntashiful Lail merujuk pada waktu tengah malam yang menjadi acuan penting dalam sejumlah ibadah, termasuk penentuan awal niat puasa dan sebagian waktu salat.
2. Dalam kondisi apa seseorang boleh tidak berpuasa tanpa kewajiban qadha maupun fidyah?
Jawaban: Orang dengan gangguan jiwa yang kambuh saat siang hari.
3. Bagaimana hukum puasa seseorang yang memaksakan diri muntah (istidża'ah) namun tidak ada sedikit pun isi lambung yang kembali masuk ke tenggorokan?
Jawaban: Puasanya batal dan ia wajib menggantinya — Berdasarkan sabda Nabi: “Siapa yang sengaja muntah, maka ia harus mengqadha.”
4. Seorang dokter melakukan donor darah dalam jumlah besar di siang hari Ramadan. Menurut mayoritas ulama (jumhur), apakah tindakan tersebut membatalkan puasa?
Jawaban: Tidak membatalkan, tetapi makruh bila menyebabkan badan melemah — Pengeluaran darah tidak memengaruhi keabsahan puasa karena yang membatalkan adalah sesuatu yang masuk, bukan keluar. Namun, hukumnya makruh jika membuat tubuh tidak kuat melanjutkan ibadah.
5. Kapan waktu yang tidak diperbolehkan untuk menunaikan Zakat Fitrah?
Jawaban: Setelah pelaksanaan salat Id hingga matahari terbenam pada 1 Syawal — Menunaikannya melewati waktu tersebut tanpa alasan syar’i dihukumi haram dan berubah status menjadi sedekah biasa.
6. Seorang pilot terbang dari Jakarta menuju barat sehingga waktu siang menjadi sekitar 20 jam. Kapan ia harus berbuka puasa?
Jawaban: Ia berbuka ketika matahari benar-benar terbenam di posisi pesawat saat itu — Ketentuan puasa mengikuti kondisi alam di tempat keberadaan seseorang selama fenomena siang–malam masih terjadi secara normal.
7. Hadis “Tidurnya orang yang berpuasa merupakan ibadah” sering dikutip masyarakat. Bagaimana kualitas hadis tersebut menurut ahli hadis seperti Al-Iraqi atau Al-Baihaqi?
Jawaban: Dinilai dhaif. Para ulama menyebut riwayat ini lemah bahkan sangat lemah, meski maknanya kerap digunakan sebagai dorongan bagi umat Muslim.
8. Berapa ukuran satu Mud dalam fidyah jika dihitung dengan standar gram atau liter?
Jawaban: Sekitar 675 gram; kira-kira satu cakupan penuh dua telapak tangan — Satu Mud sama dengan seperempat Sha’.
9. Apa perbedaan pokok antara Lailatul Qadar dan Nuzulul Qur’an dalam proses turunnya Al-Qur’an?
Jawaban: Lailatul Qadar adalah momen diturunkannya Al-Qur’an secara keseluruhan ke langit dunia, sedangkan Nuzulul Qur’an merujuk pada fase turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad secara bertahap.
10. Berapa jumlah rakaat salat Tarawih yang dipraktikkan secara resmi di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selama berabad-abad?
Jawaban: Dua puluh rakaat ditambah salat Witir. Angka ini merupakan praktik mayoritas sahabat sejak masa Umar RA dan diikuti oleh empat mazhab besar. (Catatan: belakangan sebagian waktu diterapkan 8 rakaat.)
Menyusun contoh pertanyaan tentang puasa sangat bermanfaat untuk berbagai kegiatan keagamaan selama Ramadhan. Mulai dari level mudah hingga mahir, setiap soal dapat disesuaikan dengan usia dan kebutuhan peserta.
Pertanyaan yang terstruktur membantu peserta memahami konsep puasa secara komprehensif mulai dari definisi, dalil, hukum, hingga persoalan kontemporer. Dengan demikian, kegiatan edukatif Ramadhan dapat berlangsung lebih efektif, menarik, dan mendidik.