Studi Inchcape mengungkap 88 persen konsumen Indonesia optimistis terhadap kendaraan elektrifikasi. (Sumber: Inchape)

OTOMOTIF

Usai IIMS 2026: Elektrifikasi Indonesia Makin Terarah, Ini Temuan Terbarunya

Kamis 26 Feb 2026, 14:48 WIB

POSKOTA.CO.ID - Pasca gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, arah elektrifikasi di Indonesia dinilai semakin terarah. Perkembangannya tidak hanya dipengaruhi tren global, tetapi juga preferensi konsumen domestik, kesiapan infrastruktur, serta strategi portofolio industri.

Temuan ini mengacu pada studi Drivers of Change yang dilakukan Inchcape pada Februari 2025 di tujuh negara Asia-Pasifik.

Hasilnya menunjukkan optimisme kuat terhadap kendaraan energi baru atau New Energy Vehicles (NEV).

Secara regional, sebanyak 83 persen responden memiliki pandangan positif terhadap kendaraan elektrifikasi atau listrik.

Baca Juga: Ide Modifiikasi Motor Yamaha Grand Filano Hybrid Bergaya Rally 80-an, Ini Detailnya

Dari jumlah tersebut, 26 persen telah memiliki atau pernah menggunakan kendaraan listrik maupun hybrid, sementara 57 persen menyatakan niat untuk mengadopsinya di masa depan.

Faktor Harga dan Infrastruktur Masih jadi Pertimbangan

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Inchape)

Meski sentimen positif tinggi, keputusan membeli kendaraan elektrifikasi tetap rasional. Studi mencatat harga menjadi faktor paling dominan dengan porsi 68 persen.

Selain itu, daya tahan baterai (40 persen) serta ketersediaan infrastruktur pengisian daya (34 persen) juga masih menjadi pertimbangan utama.

Baca Juga: Geely Tutup IIMS 2026 dengan 1.776 SPK, EX2 Jadi Favorit

Data tersebut menunjukkan bahwa adopsi kendaraan elektrifikasi di Asia-Pasifik berjalan melalui pergeseran bertahap yang digerakkan mekanisme pasar, bukan perubahan mendadak.

Indonesia Tunjukkan Kepercayaan Konsumen yang Kuat

Di antara negara yang disurvei, Indonesia menonjol dari sisi kepercayaan publik. Sebanyak 88 persen responden Tanah Air memandang kendaraan elektrifikasi secara positif, melampaui rata-rata regional.

Namun, tingkat kepemilikan saat ini masih berada di angka 18 persen, menandakan Indonesia masih berada pada fase awal adopsi.

“Survei ini menunjukkan bahwa konsumen Indonesia mendekati elektrifikasi secara deliberatif dan kontekstual. Tingkat sentimen positif sebesar 88% mencerminkan kepercayaan publik terhadap arah elektrifikasi. Pada saat yang sama, keputusan pembelian tetap mempertimbangkan keterjangkauan, akses infrastruktur, dan kebutuhan mobilitas sehari-hari,” ujar Bagus Susanto, Interim Managing Director Inchcape Indonesia.

Baca Juga: Agrinas Tunda Impor Kendaraan India, Industri Lokal Siap Penuhi?

Kinerja pasar sepanjang 2025 turut memperkuat tren tersebut. Pangsa EV meningkat dari sekitar 5 persen menjadi kurang lebih 12 persen. Sementara model hybrid dan plug-in hybrid juga mencatat pertumbuhan konsisten.

Strategi Diversifikasi Teknologi Dinilai Paling Relevan

Kondisi geografis Indonesia yang beragam membuat strategi diversifikasi teknologi atau multi-pathway dinilai paling realistis.

Secara regional, 36 persen responden Asia-Pasifik menilai kendaraan hybrid sebagai kombinasi paling seimbang antara keberlanjutan dan efisiensi biaya. Temuan ini menegaskan peran teknologi transisi dalam fase elektrifikasi saat ini.

“Strategi kami berfokus pada penyediaan berbagai opsi teknologi, bukan menetapkan satu jalur tunggal. Pendekatan terdiversifikasi memungkinkan elektrifikasi berkembang selaras dengan kesiapan infrastruktur dan preferensi konsumen,” ungkap Bagus.

Baca Juga: Kadin Desak Prabowo Batalkan Impor 105 Ribu Kendaraan dari India, Ini Alasannya

Pendekatan ini mencerminkan arah industri yang menempatkan mesin pembakaran internal, hybrid, dan kendaraan listrik berbasis baterai berjalan berdampingan selama masa transisi.

Ekspansi Portofolio Terlihat di IIMS 2026

Implementasi strategi tersebut tercermin dari partisipasi Inchcape di IIMS 2026 melalui perluasan lini produk, termasuk peluncuran Tank 500 Diesel.

Model ini melengkapi portofolio hybrid dan kendaraan listrik yang sudah tersedia. Langkah tersebut sejalan dengan filosofi global GWM yakni “All Scenarios, All Powertrains, All Users”.

Sepanjang 2025, Inchcape mencatat 1.628 unit wholesales (naik 105 persen tahunan) dan 1.449 unit retail (naik 115 persen). Beberapa model baru memberi kontribusi signifikan, termasuk ORA 03 dan Tank 300 dalam berbagai varian.

“Tank 500 Diesel diposisikan sebagai SUV premium yang menyeimbangkan kenyamanan first-class untuk melintasi segala medan, efisiensi, serta teknologi dan keamanan tingkat tinggi. Tujuan kami adalah memperluas akses terhadap mobilitas berkualitas melalui portofolio yang mencerminkan realitas kebutuhan konsumen yang beragam,” tutur Bagus.

Tags:
kendaraan listrikIndonesia International Motor ShowIIMS 2026

Erwan Hartawan

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor