POSKOTA.CO.ID - Segenap keluarga besar HIPMI PT Jaya menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya M. Ammar R. Aldevaro, Ketua Umum HIPMI PT Universitas Al Azhar Indonesia Periode 2025–2026.
Dalam pernyataan resminya instagram @hipmiptjaya, organisasi menyampaikan belasungkawa yang tulus.
“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosa dan kesalahannya, serta menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan,” demikian bunyi pernyataan tersebut dikutip Kamis, 26 Februari 2026.
Wafatnya Ammar meninggalkan duka bagi jejaring mahasiswa dan aktivis ekonomi muda, mengingat perannya yang dikenal aktif mengembangkan program kewirausahaan di kalangan kampus.
Baca Juga: Profil Lengkap Ria SW: Umur, Riwayat Kuliah dan Undangan Eksklusif ke Marapthon
Polisi Ungkap Pemicu Adik Bunuh Kakak di Kelapa Gading
Kronologi Kejadian
Di Jakarta Utara, publik dihebohkan oleh kasus tragis yang melibatkan kakak-beradik, MAR (22) dan adiknya MAH (16). Peristiwa terjadi pada Selasa, 24 Februari 2026 sekitar pukul 17.00 WIB di rumah mereka di kawasan Kelapa Gading.
Kasat PPA Polres Metro Jakarta Utara, Ni Luh Sri Arsini, menjelaskan pemicunya berawal dari persoalan sepele namun menumpuk.
“Pemicunya karena ada abangnya naruh barang-barang pribadi di kamar adiknya. Perlengkapan mandi, handuk, begitu. Itu tidak segera dipindahkan oleh korban,” ujar Sri kepada wartawan, Kamis, 26 Februari 2026.
Menurut keterangan polisi, masalah itu sempat ditegur oleh ibu mereka, namun korban justru bersikap acuh. Sikap tersebut memicu kemarahan adik.
“Responnya cuek. Itu membuat si adik sangat marah. Kemudian dia mengambil palu dari dapur dan memukul kepala kakaknya saat kakaknya sedang memberi makan hewan peliharaan,” tambahnya.
Emosi Memuncak, Pelaku Pukul Berulang Kali
Dalam kondisi emosi yang tidak terkendali, pelaku memukul kakaknya berkali-kali.
“Pertama kali dipukul, korban langsung tersungkur. Namun pelaku masih memukul lagi, kurang lebih lima kali,” ujar Sri.
Polisi menduga ledakan emosi pelaku dipengaruhi faktor psikologis dan perasaan tidak mendapat perhatian yang sama dari orang tua.
“Pelaku merasa orang tuanya lebih memperhatikan kakaknya. Itu hanya perasaan subjektif anak, tapi cukup kuat memicu emosinya,” jelas Sri.
Hingga kini, penyidikan masih berlangsung. Pelaku telah diamankan dan dijadwalkan menjalani pemeriksaan psikiatri untuk mengetahui kondisi mentalnya.
Penyidik juga akan menggali riwayat hubungan keluarga dan dinamika emosional yang terjadi antara kakak-beradik tersebut.
Baca Juga: Yanuar Faisal Sakit Apa? Jejak Unggahan Manajer Hindia Jadi Petunjuk sebelum Meninggal Dunia
Sosok M. Ammar R. Aldevaro: Aktivis HMI yang Dikenal Humanis
Selain menjadi korban dalam kasus ini, ia dikenal sebagai aktivis organisasi kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Ia aktif berdiskusi, mengajar adik tingkat, serta mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri.
Dalam salah satu postingan instagram pribadinya @ammar_aldevaro, ia sempat menuliskan pandangannya tentang organisasi tersebut:
“Di bangku kuliah saya belajar ilmu, di HMI saya belajar hidup,” tulisnya.
Baginya, HMI bukan sekadar organisasi, tetapi wadah pembentukan karakter.
“HMI adalah universitas kehidupan. Tempat saya belajar bukan hanya teori, tapi juga realita,” ungkap MAR.
Ia juga menggambarkan organisasi tersebut sebagai ruang penggemblengan kepemimpinan:
“Dosen mengajarkan teori, buku memberi definisi. Namun siapa yang melahirkan keberanian, melatih lisan, dan menguji akal sehat? Di situlah HMI hadir.”
Ungkapan-ungkapan itu kini menjadi jejak terakhirnya bagi rekan-rekan sesama aktivis.
Kasus tragis ini kembali menyoroti pentingnya komunikasi keluarga, kesehatan mental remaja, serta peran orang tua dalam menciptakan ruang dialog yang sehat. Ketegangan kecil yang tidak diatasi dapat berkembang menjadi konflik serius.
Sementara itu, keluarga besar HIPMI PT Jaya dan jaringan mahasiswa turut menyampaikan rasa empati atas musibah yang menimpa keluarga, seiring kabar duka meninggalnya Ammar R. Aldevaro.
Dua kabar duka yang berbeda konteks ini sama-sama menjadi pengingat bahwa persoalan emosional dan sosial di lingkungan muda perlu mendapat perhatian serius.