JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Seorang mahasiswa bernama Muhammad Ammar Robbani, 22 tahun, tewas di tangan adik kandungnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Warga sekitar, Nur menyampaikan, korban dan adiknya kerap terlibat cekcok hingga terdengar ke tetangga sekitar. Ia tidak menyangka cekcok berujung insiden berdarah.
“Makanya pas ada teriak-teriak itu kan saya pikir itu memang keributan biasa aja kan,” kata Nur kepada wartawan di lokasi, Kamis, 26 Februari 2026.
Selama ini, korban maupun sang adik jarang berinteraksi dengan warga sekitar. Korban hanya terlihat pergi kuliah, sedangkan saudaranya bersekolah.
Baca Juga: Kesaksian Warga soal Adik Bunuh Kakak di Kelapa Gading Jakut: Ibu Korban Histeris Minta Tolong
“Ya paling kelihatanya pas berangkat kuliah aja, karena memang dia kuliah kan,”
Sementara itu, ibu kandung korban, NA menjelaskan, rentetan persoalan hingga berujung pembunuhan terjadi setelah hubungan dengan suaminya retak.
Menurutnya, sang suami berselingkuh. Atas hal itu, rumah tangga NA dan suaminya berakhir di meja hijau.
"Bapaknya itu berselingkuh sudah 3 tahun, dan sekarang memilih menikahi siri dengan pelakor dan anak tirinya, memilih seperti itu. Anak kandungnya sendiri sudah 7 bulan ini diblokir," katanya.
Baca Juga: Pelaku Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil di Kelapa Gading Berhasil Ditangkap
Selepas berpisah, mantan suaminya tidak menafkahi keluarganya. Anak NA kemudian marah terhadap ayahnya.
"Dia (anak-anak) ada kekesalan dengan ayahnya dan segala macam. Anak-anak itu kan kesal dengan bapaknya, apalagi 7 bulan ini diblokir hp anak kandungnya itu," ucapnya.
Seiring berjalannya waktu, adik korban mulai mengalami perubahan sikap diterjang persoalan ekonomi. Begitu pula dengan korban yang membutuhkan biaya untuk berkuliah.
"Kalau kakaknya karena biayanya besar untuk kuliah-kuliah, nah uang-uang. Nah namanya kuliah kan. Nah seperti itu, dia (pelaku) merasa kasihan kepada ibunya 'kok uang-uang terus'. Nah seperti itu aja kasusnya. Dan itupun seperti dilakukan tidak sadarlah, bukan, bukan anak saya lah. Seperti itu," katanya.
NA mengingatkan seluruh orang tua tidak membiarkan sang anak menanggung masalah dari perceraian. Menurutnya, kasih sayang tetap harus diberikan kepada buah hati meski orang tua sudah berpisah.
"Kita harus memberikan full kasih sayang kepada anak-anak kita. Co-parenting lah bahasanya seperti itu," tuturnya.