Kondisi Masjid bersejarah Jami Angke Al-Anwar yang berlokasi di Jalan Pangeran Tubagus Angke Gang Masjid 1, Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. (Sumber: Poskota/ Pandi Ramedhan)

RAMADHAN

Masjid Jami Angke, Berdiri 1761 Masehi dan Jadi Lokasi Berkumpul Ulama-Pejuang Atur Strategi

Rabu 25 Feb 2026, 13:18 WIB

TAMBORA, POSKOTA.CO.ID - Di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, terdapat satu masjid bersejarah yang berdiri sejak tahun 1761 Masehi atau 1174 hijriah.

Namanya Masjid Jami Angke Al Anwar yang berada di Jalan Tubagus Angke, Kelurahan Angke.

Masjid ini dulunya merupakan sebuah surau yang menjadi tempat berkumpulnya para ulama salah satunya untuk membantu strategi pada masa peperangan.

"Masjid ini didirikan pada tahun 1761 Masehi atau 1174 Hijriah. Tepatnya 26 Sya'ban 1174 Hijriah," kata pengurus masjid, Muhammad Abdiyan Abdillah saat ditemui Poskota, Rabu, 25 Februari 2026.

Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Membayar Zakat Fitrah 2026, Ini Jadwal dan Ketentuannya

Konsep bangunan tempat beribadah ini tidak megah, namun memiliki nilai sejarah dan konsep akulturasi budaya.

Abdillah menyampaikan, keberadaan masjid ini tak lepas dari perkembangan Islam di tanah Jawa.

"Khususnya, yang dibawa oleh Kerajaan Islam Demak dan Cirebon. Ketika menaklukkan Kota Jakarta yang dulunya bernama Sunda Kelapa ya, tahun 1527. Kemudian terus berkembang dan umat Muslim yang mendiami kota ini semakin banyak," ucapnya.

"Itu mungkin yang mendasari didirikannya satu bangunan tempat peribadatan, salah satunya Masjid Jami Angke Al-Anwar," tambah Abdillah.

Baca Juga: Doa Buka Puasa Dibaca Sebelum atau Sesudah Magrib? Ini Jawaban Ustadz Adi Hidayat

Peran Krusial Masjid Jami Angke

Kondisi ruang dalam Masjid Jami Angke di Tambora, Jakarta Barat. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Abdillah berujar, masjid ini mempunyai peran yang sangat krusial pada masa penjajahan dulu.

Pasalnya bukan hanya digunakan sebagai tempat ibadah, melainnya jadi tempat berkumpul ulama dan tokoh.

"Perannya sangat penting di masa-masa perjuangan kemerdekaan, karena di sini selain digunakan untuk tempat ibadah, juga digunakan untuk merancang atau menyusun strategi peperangan pada masanya," ungkapnya.

Tokoh Penting Masjid Jami Angke

Salah satu tokoh bersejarah, yaitu Pangeran Tubagus Angke. Lokasi makam tepat berada di belakang masjid.

Baca Juga: Apakah Menangis di Siang Hari Saat Puasa Bisa Bikin Batal? Ini Penjelasannya

Abdillah menuturkan, pada masa itu Pangeran Tubagus Angke diutus menjadi Panglima Perang oleh Kesultanan Banten.

Meski ada makam tokoh penting di area masjid, uniknya tidak ramai orang yang berziarah seperti pada umumnya.

“Masjid ini tidak seramai tempat-tempat peziarahan pada umumnya. Jadi mungkin karena memang keberadaan tokoh sentralnya yaitu Pangeran Tubagus Angke, semasa hidup dan sampai generasi berikutnya itu menyembunyikan jati dirinya. Jadi memang tidak banyak yang tahu tempat ini, hanya yang menelusuri sejarah," tuturnya.

Selain makam Pangeran Tubagus Angke, terdapat beberapa makam keluarga di area masjid ini.

Baca Juga: Besaran Zakat Fitrah 2026 Berapa? Ini Nominal Uang, Niat, dan Batas Waktu Pembayaran

Abdillah menyebutkan mengapa terdapat beberapa makam keluarga, sebab sebelum abad ke-17, area ini merupakan tempat tinggal masyarakat.

Hingga pada abad ke-17 banyak berdatangan para ulama, pedagang, yang kemudian membangun masjid atau tempat beribadah.

"Sehingga banyak ditemukan makam-makam tua dari abad ke-16, 17 hingga ke-18, terutama dari keturunan Pangeran Jayakarta II yaitu Pangeran Tubagus Angke," ungkap Abdillah.

Lebih lanjut, Abdillah menambahkan bangunan Masjid masih sangat kokoh.

Hanya ada beberapa bagian khususnya di bagian atap yang telah dipugar karena memang telah lapuk dimakan usia.

"Nah itu banyak diganti karena memang termakan usia. Selebihnya masih kita pertahankan yang aslinya," tuturnya.

Tags:
Pangeran Tubagus AngkeMasjid Jami Angke Al AnwarJakarta Barat

Pandi Ramedhan

Reporter

Muhammad Dzikrillah Tauzirie

Editor