POSKOTA.CO.ID - Malam Lailatul Qadar selalu menjadi puncak penantian umat Islam di bulan suci Ramadhan.
Dikutip dari situs resmi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-Qadr ayat 3.
Keutamaan inilah yang mendorong umat Islam untuk memperbanyak salat, doa, zikir, serta berbagai amal kebajikan lainnya pada malam-malam yang diyakini berpotensi sebagai Lailatul Qadar.
Lantas, kapan saja perkiraan malam Lailatul Qadar 2026 berdasarkan kalender hijriah?
Amalan apa saja yang dianjurkan untuk menghidupkan malam penuh kemuliaan tersebut?
Berikut ulasan lengkap mengenai jadwal malam-malam ganjil Ramadan 1447 H beserta amalan utama yang dianjurkan untuk meraih keutamaan Lailatul Qadar.
Baca Juga: Bolehkan Potong Rambut Saat Puasa? Ini Penjelasan Ulama yang Perlu Kamu Tahu
Malam Lailatul Qadar 2026 Jatuh Tanggal Berapa?
Pembahasan mengenai kapan terjadinya malam Lailatul Qadar telah banyak dijelaskan dalam hadits-hadits shahih.
Salah satu rujukan utama terdapat dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi.
Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa Lailatul Qadar diyakini terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Pendapat ini merujuk pada hadits yang diriwayatkan oleh Shahih Bukhari dari Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda.
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوَتْرِ مِنَ العَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: “Bersungguh-sungguhlah kalian mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.” (HR Bukhari)
Bila mengacu pada perhitungan kalender hijriah, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026.
Dengan demikian, malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan yang berpotensi sebagai Lailatul Qadar diperkirakan jatuh pada.
Malam 21 Ramadhan: Selasa malam, 10 Maret 2026
Malam 23 Ramadhan: Kamis malam, 12 Maret 2026
Malam 25 Ramadhan: Sabtu malam, 14 Maret 2026
Malam 27 Ramadhan: Senin malam, 16 Maret 2026
Malam 29 Ramadhan: Rabu malam, 18 Maret 2026
Meski demikian, para ulama menegaskan bahwa waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar adalah rahasia Allah SWT.
Tidak ada seorang pun yang dapat memastikan secara pasti malam keberapa Lailatul Qadar turun.
Baca Juga: Jangan Lewatkan Malam Lailatul Qadar, Inilah Keistimewaan di Bulan Ramadhan
Amalan untuk Meraih Malam Lailatul Qadar
Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah.
Pada fase inilah malam Lailatul Qadar diyakini turun, sehingga setiap amal kebaikan memiliki nilai pahala yang berlipat ganda.
Adapun sejumlah amalan yang dianjurkan untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan.
1. Memperbanyak Salat Sunnah dan Qiyamul Lail
Umat Islam dianjurkan melaksanakan salat sunnah setelah Tarawih, termasuk Qiyamul Lail atau salat malam.
Ibadah ini menjadi salah satu amalan utama yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan.
2. Membaca dan Mentadabburi Al-Qur’an
Selain memperbanyak tilawah, umat Islam juga dianjurkan mentadabburi atau merenungi makna ayat-ayat Al-Qur’an.
Lailatul Qadar merupakan malam diturunkannya Al-Qur’an, sehingga membaca dan memahami kandungannya menjadi amalan yang sangat dianjurkan.
3. Memperbanyak Doa
Momentum sepuluh malam terakhir Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memanjatkan doa, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun seluruh umat Islam.
Doa menjadi bentuk pengharapan dan ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT.
4. Berdzikir dan Memperbanyak Istighfar
Mengingat Allah SWT melalui dzikir dan istighfar dianjurkan untuk menenangkan hati sekaligus memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.
Amalan ini dapat dilakukan kapan saja, baik setelah salat maupun di sela-sela aktivitas ibadah lainnya.
5. Membaca Tafsir Al-Qur’an dan Kitab-Kitab Hadits
Untuk memperdalam pemahaman agama, umat Islam dianjurkan membaca tafsir Al-Qur’an serta kitab-kitab hadits.
Amalan ini bertujuan meneladani sunnah Rasulullah SAW dan meningkatkan kualitas ibadah yang dijalankan.
6. Menyebarkan Kebaikan dan Ilmu Agama
Menyampaikan pesan kebaikan, nasihat keislaman, atau berbagi ilmu agama kepada lingkungan sekitar juga termasuk amalan yang bernilai pahala. Dakwah dapat dilakukan secara lisan, tulisan, maupun melalui media sosial.
7. Bersedekah dan Membantu Sesama
Bersedekah, berinfak, atau membantu sesama sesuai kemampuan menjadi salah satu amalan sosial yang sangat dianjurkan.
Selain membersihkan harta, sedekah juga memperkuat solidaritas dan kepedulian antarumat.
Dengan memperbanyak amalan tersebut, umat Islam tidak hanya mengejar satu malam tertentu, tetapi menghidupkan seluruh sepuluh hari terakhir Ramadhan dengan ibadah terbaik, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.