JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) angkat bicara terkait keputusan impor 105.000 unit truk dan pikap dari India.
Asosiasi menilai, dari sisi kemampuan produksi, industri otomotif nasional sebenarnya mampu memasok kebutuhan kendaraan komersial tersebut. Meski begitu, Gaikindo mengakui proses pemenuhan dari dalam negeri kemungkinan membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan mendatangkan unit secara utuh atau Completely Built Up (CBU).
Saat ini, mayoritas kendaraan pikap untuk kebutuhan komersial memang telah diproduksi di Indonesia. Bahkan, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada sejumlah model disebut sudah mencapai sekitar 40 persen.
Kondisi tersebut membuat penjualan pikap rakitan lokal memiliki efek berganda terhadap industri komponen domestik. Karena itu, Gaikindo menilai produk dalam negeri punya modal kuat untuk bersaing.
Baca Juga: Banyak yang Sudah Lupa, Inreyen Mobil Baru Masih Perlukah?
Impor Pertimbangkan Harga
Di sisi lain, PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pihak pengimpor menyebut keputusan mendatangkan unit dari India didasari pertimbangan efisiensi biaya. Pikap dari Mahindra & Mahindra dan Tata Motors dinilai menawarkan harga yang lebih rendah.
Menanggapi hal itu, Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, Anton Kumonty, menegaskan bahwa produsen lokal tetap berpeluang kompetitif bila regulasi diterapkan secara adil.
“Saya yakin kalau diberikan same level playing field (aturan main setara) di mana impor maupun produsen lokal bermain dengan aturan sama, saya yakin yang ada di dalam negeri itu akan sangat kompetitif,” kata Anton di Jakarta.
Menurutnya, kesetaraan mencakup kewajiban uji tipe, kepemilikan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT), Surat Keputusan Rancang Bangun (SKRB), hingga standar teknis lainnya. Namun, ia juga mengingatkan faktor harga tetap dipengaruhi banyak variabel.
Baca Juga: Ide Modifiikasi Motor Yamaha Grand Filano Hybrid Bergaya Rally 80-an, Ini Detailnya
“Sebenarnya harga itu tergantung spesifikasi teknis yang diperlukan. Satu lagi mungkin ada masalah costing dan pricing,” ujarnya.
Segmen 4x4 Masih Terbatas
Gaikindo juga menyoroti kondisi pasar kendaraan komersial, khususnya untuk varian penggerak 4x4. Permintaan di segmen ini disebut relatif kecil dibandingkan model 4x2.
Selain faktor minat konsumen, kondisi infrastruktur jalan di Indonesia saat ini dinilai masih dapat diakomodasi oleh kendaraan berpenggerak 4x2, sehingga permintaan 4x4 belum terlalu besar.
Sebagai informasi, rencana impor oleh PT Agrinas Pangan Nusantara sempat mendapat imbauan penundaan dari anggota DPR. Dari total kesepakatan 105.000 unit, sekitar 1.000 unit kendaraan komersial dilaporkan sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Perkembangan selanjutnya masih menunggu keputusan lanjutan dari para pemangku kepentingan terkait.