JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pasokan air bersih dari Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya dikeluhkan warga RW 03, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.
Salah seorang warga, Mariam, 49 tahun, menyampaikan, gangguan dirasakan sebulan terakhir. Distribusi air tiba-tiba mati.
Akibatnya, warga terpaksa mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan air bersih, seperti membeli air gerobak atau air pikulan dengan harga yang tidak murah.
“Sekarang sih sudah nyala, kemarin sudah nyala. Tapi sebelumnya mati dari sebelum Imlek,” kata Mariam kepada Poskota, Selasa, 24 Februari 2026.
Baca Juga: Warga Pasirlangu Mulai Pulang dari Pengungsian, Air Bersih Masih Jadi PR
Mariam menjelaskan, gangguan air biasanya hanya berlangsung sekitar tiga hari. Namun, masalah tersebut justru berlangsung cukup lama.
“Satu jeriken itu lima ribu rupiah. Air pikulan juga lima ribu,” ungkap Mariam.
Menurutnya, pihak PAM Jaya sempat memberikan pemberitahuan kepada warga terkait rencana penghentian distribusi air sementara.
Ia mengaitkan gangguan tersebut dengan adanya proyek penggalian jalan di sekitar permukiman yang sudah berlangsung sejak sebelum pergantian tahun.
Baca Juga: Perumda Tirta Raharja Perbaiki Saluran Air dan Siagakan Tangki Air Bersih Pasc longsor Cisarua
Keluhan serupa juga disampaikan Zubaidah, 45 tahun. Ia mengatakan, gangguan air berlangsung selama sehari.
“Kalau di sini cuma sehari mati. Tapi waktu nyala, airnya keruh dan bau,” ujarnya.
Zubaidah menjelaskan, kondisi air biasanya akan kembali normal setelah dialirkan beberapa saat.
“Awal-awal dinyalain memang keruh, tapi lama-lama bening lagi,” tuturnya.
Meski gangguan tidak separah wilayah lain, ia tetap berharap distribusi air bisa lebih stabil dan kualitasnya terjaga. (cr-4)