Dalam perspektif fikih Islam, mandi wajib memang memiliki kedudukan penting, tetapi bukan sebagai syarat sah puasa Ramadhan.
Ulama fikih Syafi'i Hadzami dalam kitab Taudhihul Adilah menjelaskan bahwa seseorang yang berada dalam keadaan junub dianjurkan untuk segera mandi sebelum terbit fajar. Namun anjuran tersebut berkaitan dengan kesiapan menjalankan ibadah shalat, bukan menentukan sahnya puasa.
Artinya, apabila seseorang memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub karena hubungan suami istri atau sebab lain, puasanya tetap sah selama ia telah berniat dan tidak melakukan pembatal puasa setelah fajar.
Baca Juga: Resep Menu Sahur Praktis dan Lezat, Langsung Jadi Tanpa Lama
Dari berbagai penjelasan ulama dan dalil fikih, dapat disimpulkan bahwa mandi wajib bukan syarat sah puasa Ramadhan. Puasa tetap sah meskipun seseorang belum mandi junub ketika Subuh tiba atau baru melakukannya di siang hari.
Namun, kewajiban bersuci tetap harus segera dilakukan agar ibadah shalat dapat dilaksanakan secara sah.
Dengan memahami hukum ini, umat Muslim diharapkan dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih tenang, tanpa diliputi keraguan mengenai sah atau tidaknya puasanya.
