SUKABUMI, POSKOTA.CO.ID - Kasus dugaan penganiayaan anak kembali mengguncang publik karena dinilai tidak berprikemanusiaan.
Pasalnya seorang bocah berinisial NS (12), warga Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban kekerasan oleh ibu tirinya.
Peristiwa ini viral di media sosial usai beredar video yang memperlihatkan NS terbaring lemah di rumah sakit.
Dalam kondisi tak berdaya, korban menyebut kata “Mamah” saat ditanya mengenai pelaku kekerasan yang dialaminya.
Baca Juga: 1 Orang Tewas dalam Kebakaran Kapal Marina 7 di Pulau Ular Cilegon, 2 Penumpang Hilang
Kronologi Terungkap, Ayah Kaget Lihat Kondisi Anak

Ayah korban, Anwar Satibi, mengaku baru mengetahui kondisi memprihatinkan putranya setelah pulang dari luar kota. Sebelumnya, ia menerima telepon dari istrinya yang mengabarkan bahwa NS sedang sakit.
Namun setibanya di rumah dan melihat kondisi anaknya secara langsung, Anwar terkejut. Ia mendapati kulit korban melepuh dan penuh luka.
Sang istri berdalih bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh demam.
“Pas pulang, kondisinya sangat jauh dari sebelumnya,” ujar Anwar kepada awak media di RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi.
Baca Juga: Polda Banten Siapkan Rekayasa Lalu Lintas saat Mudik Lebaran
Pernah Dilaporkan, Tapi Berujung Maaf
Anwar juga mengungkap bahwa dugaan kekerasan terhadap anaknya bukan kali pertama terjadi.
Setahun sebelumnya, ia pernah melaporkan istrinya ke pihak kepolisian atas dugaan penganiayaan.
Namun laporan tersebut tidak dilanjutkan setelah sang istri memohon maaf dan membuat surat pernyataan tertulis disertai rekaman video pengakuan.
Meski demikian, laporan lama tersebut disebut belum resmi dicabut.
Hasil Autopsi: Luka Bakar dan Organ Membengkak
Kepala RS Bhayangkara Setukpa Polri, Kombes Pol dr. Carles Siagian, menjelaskan bahwa tim forensik menemukan sejumlah luka bakar pada tubuh korban.
“Ditemukan luka bakar di anggota gerak, kaki kiri, punggung, serta area bibir dan hidung yang diduga akibat panas,” ungkap Carles.
Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti kematian. Berdasarkan temuan awal, luka bakar tersebut dinilai tidak serta-merta menyebabkan kematian.
Tim medis telah melakukan autopsi menyeluruh terhadap organ tubuh korban. Sampel organ juga telah dikirim ke Jakarta untuk pemeriksaan laboratorium lanjutan.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Kembali Mutasi Massal, 175 Personel Ganti Posisi
Carles mengungkapkan bahwa jantung dan paru-paru korban mengalami pembengkakan. Namun, belum dapat dipastikan apakah kondisi tersebut berkaitan langsung dengan dugaan penganiayaan atau faktor medis lain.
Polisi Tunggu Hasil Laboratorium
Hingga kini, penyebab kematian NS masih menunggu hasil uji laboratorium.
Proses penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap secara terang peristiwa yang menimpa korban.
Ayah korban menyatakan mendukung penuh proses autopsi dan penyelidikan demi mengungkap kebenaran atas kematian anaknya.
Kasus ini memantik keprihatinan luas masyarakat serta kembali menjadi sorotan serius mengenai perlindungan anak dan penanganan kekerasan dalam rumah tangga.