Banjir yang melanda permukiman warga di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat, 20 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

JAKARTA RAYA

Tanggul Jebol di Pesanggrahan dan Banjir di Wilayah Jakarta, Begini Penanganan Dinas SDA DKI

Jumat 20 Feb 2026, 20:52 WIB

PESANGGRAHAN, POSKOTA.CO.ID - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta merespons terkait tanggul jebol di RTPRA Bhineka, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Jumat, 20 Februari 2026.

Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Santo menyampaikan, tanggul jebol itu merupaka pagar taman RPTRA, bukan tanggul kali.

"Perihal tanggul yang disebut jebol di Jl Swadarma bukan merupakan tanggul kali, melainkan tembok dari PRTRA Bhinneka, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang rusak," kata Santo kepada Poskota.

Santo mengatakan, untuk penanganan sementara, Satgas SDA Kecamatan Pesanggrahan memasang tanggul dari tumpukan karung berisi pasir untuk mencegah limpasan air dari saluran penghubung Swadarma.

Baca Juga: Setahun Kepemimpinan Pramono-Rano, Masalah Banjir hingga Macet Masih Membayangi Jakarta

"Adapun penanganan permanen akan dilakukan oleh Distamhut," jelas Santo.

Penanganan Banjir di Wilayah DKI Jakarta

Kapusdatin SDA DKI Jakarta, Hendri mengatakan, pihaknya telah melakukan penanganan dengan cara mengerahkan pompa untuk melakukan penyedotan genangan.

"Berdasarkan data hingga 13 Februari 2026, tercatat ada 668 unit pompa stasioner yang tersebar di 243 lokasi. Kemudian terdapat 536 unit pompa mobile yang tersebar di lima wilayah administrasi Jakarta," kata Hendri.

"Pompa mobile digunakan untuk menjangkau lokasi banjir atau genangan yang tidak bisa dijangkau pompa stasioner," kata dia.

Baca Juga: Puluhan Artefak Rasulullah dan Sahabat Dipamerkan di Cibinong Bogor

Dinas SDA juga menyiagakan Satgas (Pasukan Biru) yang siap bergerak jika terjadi banjir rob di pesisir Jakarta. Terdapat kurang lebih 3.908 personel pasukan biru yang disiagakan di lapangan sebagai langkah mitigasi banjir.

"Pasukan Biru ini juga dikerahkan untuk berjaga dan melakukan pemantauan rutin demi memastikan kondisi lapangan tetap terkendali," katanya.

Selain itu, sebagai upaya optimalisasi kapasitas drainase, Dinas SDA melakasanakan pengerukan di sungai/kali serta waduk/situ/embung.

Kegiatan pengerukan ini dimulai sejak 2 Januari 2026 dan akan terus diperluas di waduk/situ/embung serta sungai/kali lainnya guna meningkatkan daya tampung badan air.

Baca Juga: Pramono Ancam Pecat Aparat DKI Jakarta yang Lakukan Pungutan Liar

"Berdasarkan data hingga 13 Februari 2026, volume pengerukan di sungai/kali dan waduk/situ/embung yang dilakukan di 5 kota administrasi Jakarta telah mencapai 73.890 meter kubik (M3)," ungkap Hendri.

Adapun pengerukan dilakukan di 185 titik yakni 82 titik di Jakarta Timur, 57 titik di Jakarta Barat, 14 titik di Jakarta Utara, 25 titik di Jakarta Selatan, dan 7 titik di Jakarta Pusat.

"Serangkaian upaya mitigasi ini diharapkan efektif mengantisipasi potensi banjir akibat cuaca ekstrem maupun banjir rob," ujarnya. (pan)

Tags:
Dinas SDA DKI Jakartabanjir Jakartatanggul jebol di Pesanggrahantanggul jebolbanjir

Pandi Ramedhan

Reporter

Muhammad Faiz Sultan

Editor