POSKOTA.CO.ID - Menentukan menu untuk berbuka puasa pada bulan Ramadan sering kali menjadi kegiatan yang menyenangkan, namun juga membingungkan. Banyak orang tergoda membeli berbagai jenis takjil karena lapar mata, tetapi akhirnya tidak habis disantap.
Bahkan, sebagian memilih makanan yang kurang sehat, seperti gorengan, makanan bersantan, hingga minuman manis buatan. Pola ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan mengganggu kenyamanan beribadah sepanjang Ramadan.
Untuk itu, sejumlah pakar kesehatan menyarankan agar umat Islam mencontoh pola makan berbuka seperti yang dilakukan Nabi Muhammad, yang dikenal mengedepankan kesederhanaan dan kesehatan.
Baca Juga: Prediksi Jam Rawan Macet Selama Ramadan di Jakarta pada Pagi dan Sore
Hadis yang Menjelaskan Menu Berbuka Rasulullah
Dalam rujukan yang disampaikan NU Jombang, Rasulullah menganjurkan agar umat Islam menyegerakan berbuka dengan menu tertentu. Hal ini ditegaskan melalui hadis yang diriwayatkan At-Tirmidzi:
“Apabila kamu ingin berbuka, berbukalah dengan kurma. Jika tidak ada, minumlah air putih karena ia suci.” (HR At-Tirmidzi).
Hadis serupa juga diriwayatkan dalam riwayat Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Anas radhiyallahu ‘anhu:
“Bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam dahulu berbuka dengan beberapa ruthab (kurma setengah matang) sebelum salat. Jika tidak ada ruthab, maka dengan beberapa kurma. Jika tidak ada juga, maka meneguk beberapa tegukan air.” (HR Abu Daud no. 2356 dan At-Tirmidzi no. 696).
Dua menu ini kurma dan air putih bukan hanya pilihan sederhana Nabi, melainkan juga terbukti memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh yang telah berpuasa selama berjam-jam.
Kurma, Sumber Energi Alami untuk Mengawali Berbuka
Kurma merupakan buah yang paling sering disajikan saat berbuka puasa. Buah bernama latin Phoenix dactylifera ini dikenal kaya nutrisi penting yang membantu tubuh memulihkan energi dengan cepat.
Dalam penjelasannya, manajer dietetika di Sheikh Shakhbout Medical City, Dr. Nisar Ahmed Bathoolunnisa, mengatakan:
“Kurma dapat memuaskan selera manis seseorang sekaligus menyediakan nutrisi penting, seperti vitamin B-6 dan zat besi. Kurma juga kaya serat, yang membantu orang merasa kenyang lebih lama.”
Situs kesehatan Healthline merangkum bahwa kurma mengandung serat, antioksidan, vitamin, dan mineral yang dapat membantu menstabilkan gula darah.
Meski tinggi kalori, kurma memiliki indeks glikemik rendah sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah drastis. Kandungan glukosa dan fruktosa alaminya membuat kurma mampu mengembalikan energi tubuh dengan cepat setelah seharian berpuasa.
Kandungan serat pada kurma juga membantu memperlambat penyerapan gula dan menjaga kenyang lebih lama. Karena itu, tiga butir kurma sebelum makan besar sudah cukup untuk mengawali buka puasa secara sehat dan seimbang.
Air Putih, Kunci Mengembalikan Hidrasi Tubuh
Selain kurma, air putih adalah menu kedua yang dianjurkan Rasulullah. Asupan cairan yang cukup sangat penting selama Ramadan. Namun kenyataannya, banyak orang cenderung kurang minum karena waktu makan yang terbatas.
Ahli diet Nazima Qureshi dalam wawancara dengan CNN Health mengingatkan:
“Kesalahan yang sering dilakukan banyak orang saat Ramadan adalah tidak minum cukup air, yang dapat menyebabkan masalah pencernaan, dehidrasi, dan perasaan tidak enak badan.”
Ia menambahkan bahwa dehidrasi dapat memicu gejala seperti pusing, lelah, mudah tersinggung, serta sakit kepala. Oleh karena itu, air putih menjadi pilihan paling aman dan sehat untuk mengembalikan cairan tubuh saat berbuka sebelum mengonsumsi makanan lain.
Kementerian kesehatan di berbagai negara menganjurkan asupan minimal dua liter air per hari. Pola ini dapat diterapkan selama Ramadan dengan meminum air putih saat berbuka, setelah salat Magrib, saat makan malam, dan saat sahur.
Baca Juga: Setu Tujuh Muara Depok, Destinasi Air untuk Ngabuburit Anak Muda
Berbuka Sesuai Anjuran Rasulullah Selaras dengan Prinsip Gizi Modern
Anjuran berbuka Rasulullah dengan kurma dan air putih ternyata sangat sejalan dengan prinsip nutrisi modern: mengawali buka puasa dengan makanan rendah indeks glikemik dan minuman tanpa pemanis.
Kurma memberikan energi instan namun stabil, sementara air putih mengembalikan hidrasi tanpa tambahan kalori. Dua menu ini juga mencegah konsumsi berlebihan dan membantu tubuh siap menerima makanan utama.
Ahli gizi menyebut bahwa mengawali dengan pilihan sehat akan membuat pola makan sepanjang malam lebih terkendali. Tubuh tidak akan kaget menerima makanan berat, sehingga pencernaan pun lebih nyaman.
Mengikuti sunnah berbuka dengan kurma dan air putih bukan hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan nyata. Dengan memilih menu yang tepat, umat Islam dapat menjalani ibadah Ramadan dengan lebih optimal, sehat, dan produktif.
Jika ingin menambah takjil lainnya, para ahli tetap menyarankan agar mengonsumsinya dalam porsi wajar dan tetap mengutamakan makanan sehat.