Mayoritas kendaraan yang diproduksi merupakan model penggerak 4x2 dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen.
Kendaraan niaga ringan ini juga telah didukung jaringan layanan purna jual yang tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia.
Sementara untuk kendaraan penggerak 4x4, industri dalam negeri dinilai mampu memproduksi, meski masih membutuhkan waktu persiapan.
Baca Juga: Impor 105 Ribu Pickup dari India Disorot, Menperin: Industri Lokal Mampu
Serapan Tenaga Kerja dan Tren Pasar
Ekosistem industri otomotif nasional saat ini menopang sekitar 1,5 juta tenaga kerja.
Di sisi lain, pasar domestik beberapa tahun terakhir mengalami tekanan dengan penjualan kendaraan masih berada di bawah 1 juta unit per tahun.
Meski begitu, kinerja ekspor justru menunjukkan tren positif. Pengiriman kendaraan buatan Indonesia ke 93 negara telah menembus lebih dari 518 ribu unit.
Langkah tersebut juga dinilai penting untuk menekan potensi pengurangan tenaga kerja yang saat ini cukup tinggi akibat melemahnya permintaan pasar domestik dalam beberapa tahun terakhir.
