POSKOTA.CO.ID - Insiden kecelakaan antara truk kontainer dan kereta bandara terjadi di perlintasan sebidang Stasiun Poris, Tangerang, Jumat 20 Februari 2026 pagi.
Peristiwa ini sempat menghebohkan warga karena adanya benda berwarna oranye mencolok yang berada di atas truk dan tampak menyerupai UFO.
Benda tersebut terlihat lonjong dan aerodinamis, sehingga banyak warga yang penasaran dengan fungsinya. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa benda mirip piring terbang itu merupakan kapsul penyelamat.
Kapsul penyelamat berbentuk lonjong menyerupai Unidentified Flying Object (UFO) itu telah dievakuasi ke pinggir rel tak lama setelah kejadian.
Baca Juga: Kecelakaan Kereta Bandara di Poris, Satu Rangkaian Anjlok dan Listrik LAA Terputus
Bentuk Kapsul Penyelamat yang Viral di Lokasi Kecelakaan
Secara fisik, kapsul tersebut memiliki desain unik. Bagian atasnya berbentuk cembung dan tertutup rapat, dilengkapi sejumlah jendela kecil berbentuk persegi membulat di sisi depan.
Seluruh bodinya tampak halus tanpa sudut tajam, dengan desain melengkung dari bagian depan hingga belakang sehingga terlihat aerodinamis.
Di bagian bawah terdapat alas berbentuk silinder pendek, membuatnya tampak seperti kapsul yang diletakkan di atas dudukan khusus.
Pada sisi luarnya terlihat tali-tali melingkar yang umumnya berfungsi sebagai pegangan darurat. Hingga saat ini, baik petugas KAI maupun kepolisian yang berada di lokasi masih belum mengetahui siapa pemilik kapsul penyelamat tersebut.
Baca Juga: Imbas Kecelakaan di Poris Tangerang, Penumpang Kereta Bandara Dapat Refund 100 Persen
Kronologi KA Bandara Tabrak Truk di Poris
Kecelakaan melibatkan kereta bandara rute Stasiun Manggarai–Bandara Soekarno Hatta yang melintas di pelintasan sebidang Stasiun Poris sekitar pukul 06.05 WIB saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Truk kontainer diketahui melaju dari arah Cipondoh menuju Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Saat hendak melintas, sirene peringatan sudah berbunyi, namun palang pintu otomatis belum bergerak menutup.
Karena palang belum tertutup, sopir truk tetap melajukan kendaraannya hingga masuk ke area rel. Tidak lama kemudian, palang pintu mulai bergerak turun.
Panjang kendaraan membuat truk tidak sempat sepenuhnya keluar dari jalur rel. Bagian kepala truk yang berisi sopir dan kernet berhasil melewati perlintasan, namun badan kontainer masih berada di atas rel ketika kereta melintas. Beruntung, pengemudi dan kernet truk dilaporkan selamat dari insiden tersebut.
Baca Juga: Operasional KA Bandara Soetta Dihentikan Sementara Imbas Kecelakaan Truk di Poris
Konfirmasi PT KAI dan Gangguan Perjalanan Kereta
Pihak PT KAI telah mengonfirmasi kejadian ini dan menyatakan bahwa gangguan operasional masih dalam penanganan petugas terkait.
"Terkait gangguan operasional pada KA 806A Commuterline Bandara diantara Stasiun Poris - Batu Ceper imbas tertemper Truk yang disebabkan oleh insiden tertemper truk, saat ini masih dalam penanganan oleh petugas terkait," tulis pernyataan resmi KAI.
Akibat kecelakaan ini, sejumlah perjalanan kereta mengalami pembatalan dan perubahan rute. Berikut daftar perjalanan KA yang terganggu:
- A 1932A (Duri–Tangerang) hanya sampai Stasiun Rawa Buaya, kemudian kembali sebagai KA 1941A (Rawa Buaya–Duri).
- KA 1934A (Duri–Tangerang) hanya sampai Stasiun Rawa Buaya, lalu kembali sebagai KA 1943A (Rawa Buaya–Duri).
- KA 1917A (Tangerang–Duri) batal perjalanan.
- KA 1918A (Duri–Tangerang) batal perjalanan.
- KA 1925A (Tangerang–Duri) batal perjalanan.
- KA 1926A (Duri–Tangerang) batal perjalanan.
- KA 1927A (Tangerang–Duri) batal perjalanan.
- KA 1928A (Duri–Tangerang) batal perjalanan.
Bagi pengguna Commuter Line Basoetta yang sudah memiliki tiket, PT KAI memberikan kebijakan pengembalian dana 100 persen yang dapat dilakukan di stasiun pemberhentian.
Peristiwa ini menjadi perhatian publik bukan hanya karena kecelakaannya, tetapi juga karena kemunculan kapsul penyelamat berwarna oranye yang sempat disangka benda asing mirip UFO.
