Secara gabungan, ekspor CBU pada 2025 diklaim menyentuh angka 33 persen. Kendaraan produksi Indonesia dari kolaborasi tersebut telah dikirim ke lebih dari 60 negara.
Negara tujuan ekspor tersebar di kawasan ASEAN, Asia Selatan, Asia Timur, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Latin.
Filipina Jadi Pasar Terbesar
Berdasarkan distribusinya, Filipina menjadi negara tujuan utama ekspor Daihatsu dengan porsi 34,8 persen dari total pengiriman.
Sementara itu, ekspor ke Jepang tercatat mencapai 9,7 persen. Adapun Meksiko menyumbang 8,6 persen dari total kendaraan yang dikapalkan.
Baca Juga: IIMS 2027 Mundur ke Mei, Dyandra Siapkan Hall Baru 20.000 Meter Persegi di JIExpo Kemayoran
Dari sisi model, segmen Low SUV menjadi tulang punggung ekspor. Model seperti Daihatsu Terios mendominasi hingga 46 persen dari total unit yang dikirim ke luar negeri.
Di posisi berikutnya terdapat model hatchback dengan kontribusi sekitar 20 persen.
“Pencapaian ekspor ini mencerminkan kepercayaan pasar global, terhadap kualitas produksi Daihatsu di Indonesia,” tutur Agung.
Perkuat Manufaktur dan Rantai Pasok
ADM menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan daya saing industri otomotif nasional melalui penguatan kualitas manufaktur dan optimalisasi rantai pasok lokal.
Peningkatan ekspor dinilai dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan industri otomotif Indonesia, terutama saat permintaan domestik belum sepenuhnya stabil.
Di tengah tantangan pasar dalam negeri, kinerja ekspor menjadi indikator bahwa produk otomotif buatan Indonesia masih memiliki daya saing di pasar global.
