JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Minyak goreng di wilayah Jakarta masih dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal itu sebagaimana diceritakan Opik, 35 tahun, pedagang minyak di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Opik menjual minyak seharga Rp18 ribu per liter, lebih dari HET Minyakita sebesar Rp15.700 per liter. Sementara untuk jenis minyak lain seperti Tropical berkisar Rp21.100 sampai Rp 21.900 per liter.
"Kalau stok mah ada, enggak kosong. Sejauh ini aman-aman aja enggak ada kelangkaaan," kata Opik kepada Poskota saat ditemui di lokasi, Rabu, 18 Februari 2026.
Ia juga menjual minyak curah dan produk bermerek Bimoli, Tropica, dan sejenisnya. Namun, produk Minyakita tidak begitu signifikan, karena distribusi terbatas.
"Karena kan terbatas, kalau lagi dapat dari Bulog mah murah. Tapi kalau beli dapat dari agen, harganya memang lebih tinggi," ujarnya.
Ia menyoroti distribusi Minyakita yang menurutnya tidak merata. Sebab dirinya jua jarang mendapatkan langsung dari distributor yang harganya jauh lebih murah jika membeli dari agen.
"Kadang seminggu cuma dapat dua dus, habis itu udah enggak ada lagi. Jadi jualnya susah, orang juga jadi banyak beli minyak lain," ucapnya.
Sementara itu, minyak curah dijual Rp310 ribu per jeriken. Untuk jenis minyak lain seperti Sunco, Bimoli, dan sejenisnya, dijual rata-rata berkisar antara Rp22-23 ribu per liter.
Baca Juga: Harga Minyak Goreng 1 Liter Hari Ini Jelang Ramadhan 2026, Naik atau Turun?
"Minyak curah aja Rp310 ribu udah dari agen. Kalau dijual perkilogram, saya jual Rp22 ribu per kilogram. Satu jeriken sekitar 16 kg," tuturnya.
Di Pasar Slipi, pedagang menjual Minyakita seharga Rp18 ribu per liter. Menurut salah seorang pedagang, Syawal, 69 tahun, barang tersebut dibeli dari agen.
"Kalau beli di distributor lebih murah, kalau beli di agen kan lebih mahal, jadi dijual menyesuaikan aja," tuturnya.
Ia menyebutkan, selisih harga lebih mahal jika dibeli dari agen. Namun, Syawal terpaksa mengambil barang dari agen, karena distribusi dari distributor kurang.
"Kalau dari distributor kan harganya Rp185-an per dus, nah kalau beli di agen lebih mahal bisa sampai Rp200 ribu lebih. Kalau lagi beli di agen, harga mau enggak mau jadi dinaikin," ujar dia.
Menurut Syawal, kenaikan harga minyak sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir. Saat itu, harga Minyakita masih diangka Rp16 ribu per liter.
Baca Juga: Jelang Ramadhan, Harga MinyaKita di Pandeglang Lampaui HET
"Itu tiga bulan lalu lah, udah lama, kalau sekarang harganya udah Rp18 ribu sampai sekarang harga masih sama," tuturnya.
Pria yang sudah puluhan tahun berjualan bahan pokok di Pasar Slipi ini memprediksi, harga minyak tidak bertambah mahal saat puasa.
"Kemungkinan harganya tetap segini, soalnya kan kenaikan udah dari beberapa bulan lalu," katanya.