POSKOTA.CO.ID - Bandung bjb Tandamata mengharapkan adanya keajaiban pada seri terakhir babak reguler Proliga 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat (Jabar), pekan depan. Pasalnya, Cindy Tiara Berliyan dan kolega terpaksa harus berharap pada hasil pertandingan lainnya di Seri Sentul setelah menutup Seri Bojonegoro pasca menyerah 0-3 (20-25, 24-26, 19-25) dari Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (GPP) di GOR Utama, Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), Minggu, 15 Februari 2026 malam WIB.
Hasilnya, Bandung bjb Tandamata tetap tidak bergerak di urutan keenam klasemen sementara kelompok putri hingga Seri Bojonegoro. Dengan koleksi 12 poin dari 10 pertandingan yang sudah dilakoni, tim asuhan Risco Herlambang Matulessy itu terpaut dua angka dari Jakarta Popsivo Polwan (JPP) di posisi kelima. Itu pun terjadi usai JPP kalah dari Jakarta Pertamina Enduro (JPE) pada pertandingan sebelumnya. Ironisnya, hal itu tidak bisa dimaksimalkan Cindy dan kawan-kawan, beberapa jam kemudian saat menghadapi GPP.
"Kalau dilihat kita kalah dari segi materi pemain asing. Karena memang kalau dilihat pemain asing mereka (Oleksandra Bytsenko dan Annie Mitchem) di atas rata-rata lah, di atas blok kita. Sebenarnya kita sudah mengantisipasi hal itu, ya bagaimana caranya. Okelah kita lolos dari blok, asalkan defence kita harus kuat. Tapi tadi defence kita banyak error juga. Yang jelas saya akui mereka (pemain asing GPP) lebih solid karena mereka bukan setahun, dua tahun bermain di Proliga yang sudah pasti sudah terbiasa dengan atmosfer pertandingan. Itu sebabnya ketika pemain asing mereka sudah ngangkat, GPP menjadi bagus, baik dari segi pertahanan maupun serangan," beber Risco, usai pertandingan.
Tampil dengan modal positif usai mengalahkan MFN 3-1, Bandung bjb Tandamata sebenarnya bisa memimpin jalannya pertandingan di awal-awal set pembuka melawan GPP. Namun secara perlahan, GPP berhasil memangkas jarak sebelum akhirnya balik memimpin 13-12.
Baca Juga: bank bjb Dukung QRIS Run 2025 Dorong Edukasi Transaksi Digital dan Cashless Society
Sejak saat itu, laju GPP tidak bisa dibendung dan terus menjauh. Sampai akhirnya tim asuhan Alessandro Lodi itu bisa menutup set pertama dengan poin akhir 25-20, sekaligus membuka keunggulan dengan skor 1-0.
Memasuki set kedua, Bandung bjb Tandamata langsung menggeber. Usaha itu membuat mereka berhasil menambah poin demi poin, sehingga berhasil unggul 8-4. Namun GPP bangkit dan mulai menyamakan kedudukan 13-13, 15-15, dan 16-16, sebelum balik memimpin satu demi satu poin.
Berkali-kali Bandung bjb bisa menyamakan kedudukan hingga kejar mengejar poin mewarnai pertandingan. Sampai akhirnya GPP lagi-lagi bisa menutup set kedua dengan kemenangan 26-24. Skor 2-0 untuk GPP.
"Bisa kita lihat ya, mungkin kalau set kedua tadi bisa diambil, mungkin akan lain cerita. Namun saya akui kita memang kalah dari segi materi pemain asing," tandas Risco.
Baca Juga: OJK, Disdik Kota Bandung Bersama bank bjb Dorong Generasi Muda Mandiri Finansial Mulai dari Sekolah
Kemenangan di dua set pembuka tersebut, kian membuat GPP berada di atas angin dan bisa bermain lepas pada set ketiga yang juga menjadi set penentu kemenangan tim asuhan Alessandro Lodi tersebut.
Di sisi lain, kekalahan di dua set pembuka, membuat Cindy dan kawan-kawan kian tertekan. Walhasil, Cindy dan kawan-kawan tidak bisa lagi mengejar poin GPP, sejak bisa menyamakan kedudukan 7-7.
Pasalnya, sejak saat itu, Bandung bjb Tandamata terus tertinggal hingga menyerah dengan skor 16-25 di set ketiga, sekaligus memastikan kemenangan GPP dengan skor akhir 3-0.
Risco lantas berharap hasil melawan GPP, tidak mempengaruhi performa para pemain dalam dua pertandingan pada seri terakhir babak reguler di Sentul, pekan depan. Di seri terakhir, Cindy dan kawan-kawan masih akan menghadapi JPP pada Kamis (19/02/26), 20.30 WIB dan Jakarta Livin' Mandiri (JLM), Minggu (22/02/26), 20.30 WIB.
Baca Juga: bank bjb Dukung Perayaan Hari Jadi Ke-18 Kabupaten Bandung Barat
Saat ini JLM yang hanya tinggal menyisahkan satu pertandingan lagi di babak reguler, berada di urutan keempat klasemen sementara atau batas akhir lolos final four dengan 16 poin. Sedangkan JPP masih menyisahkan dua pertandingan tersisa di Sentul.
Selain menghadapi Bandung bjb Tandamata, tim asuhan Darko Dobriskov itu bakal menghadapi Medan Falcons (MFN) yang sudah lebih dulu tersingkir dari perburuan tiket final four setelah terendam di dasar klasemen dengan satu poin.
"Mudah-mudahan hasil ini (kekalahan dari GPP), tidak mempengaruhi performa para anak-anak di Sentul. Saya harus optimislah meskipun kemungkinan lolos sangat kecil. Karena selain kita harus sapu kemenangan di Sentul, nasib kita juga bakal ditentukan dari hasil pertandingan lainnya," ungkap Risco menanggapi peluang tim asuhannya saat ini.
Sementara itu pelatih GPP, Alesandro Lodi memaklumi kekalahan yang dialami Bandung bjb Tandamata di laga kali ini. Selain karena faktor kelelahan akibat bermain dua laga dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, suhu udara di dalam GOR Utama, Bojonegoro juga cukup panas.
Baca Juga: Tak Perlu Lagi Antre di Samsat, Gunakan bjb T-Samsat dan Agen Samsat bjb BiSA
"Itu makanya orang-orang yang ingin menonton pertandingan, tidak betah berlama-lama di dalam GOR. Karena itulah saya maklumi Bandung bjb Tandamata kalah karena terlihat para pemain kelelahan ditambah dengan suhu udara di dalam GOR yang sangat panas sekali," ungkap Alessandro Lodi.
Pada pertandingan lainnya di kelompok putra, Surabaya Samator sukses mengakhiri perjalanan Medan Falcons Tirta Bhagasasi setelah menang 3-0 (25-17, 25-23, ). Hasil itu sekaligus mengantarkan Samator dan Jakarta Garuda Jaya lolos ke final four untuk menyusul Jakarta LavAni Livin' Transmedia dan Jakarta Bhayangkara Presisi yang sudah lebih dulu melaju ke babak empat besar tersebut. Sedangkan Medan Falcons Tirta Bhagasasi harus terendam di dasar klasemen dengan satu poin.
