Pedangang menata minyak goreng pada etalase kios miliknya di Pasar Tebet, Jakarta Selatan, Rabu, 18 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

JAKARTA RAYA

Masyarakat soal Pedagang Jual Minyak Lebih dari HET: Asal Masih Wajar, Enggak Masalah

Rabu 18 Feb 2026, 23:06 WIB

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Masyarakat di Jakarta memberikan tanggapan terhadap pendagang yang menjual minyak di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Di Pasar Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, pengunjung bernama Peiningrum, 41 tahun, tidak keberatan terhadap harga minyak lebih mahal dari eceran yang telah ditetapkan.

Produk Minyakita dijual Rp18 ribu per liter oleh pedagang, sedangkan HET berada di angka Rp15.700 per liter. Peiningrum menilai, selisih harga tidak begitu jauh.

"Enggak masalah sih, namanya juga pedagang kan nyari untung dikit, ya wajar sih," kata Peiningrum di lokasi, Rabu, 18 Februari 2026.

Baca Juga: Minyak di Jakarta Masih Dijual Lebih dari Harga Eceran Tertinggi

Ibu rumah tangga itu menuturkan, dirinya akan protes langsung ke pedagang jika menjual minyak jauh dari harga pasaran yang ada.

"Ya kan saya ibu rumag tangga, saya tau juga kan harga minyak berapa. Biasanya kalau sih kalau sama pedagang mah udah tau, terus kalau sekiranya mahal kadang suka nawar aja," ujarnya.

Hal senada diutarakan ibu rumah tangga asal Palmerah, Tuti, 37 tahun. Menurutnya, harga minyak goreng masih tergolong wajar jelang Ramadhan 1447 Hijriah.

"Kecuali kalau sampai Rp20 ribu lebih, itu baru tinggi. Kalau sekarang kayaknya belum naik," ucapnya.

Baca Juga: Stok Minyak Goreng di Pasar Slipi Jakbar Aman, Pedagang Keluhkan Distribusi yang Dinilai Belum Merata

Sementara itu, ketersediaan minyak juga aman. Tuti masih leluasa memilih berbagai produk minyak di pasaran tanpa terhalang kelangkaan.

"Kalau saya mah tergantung, merek apa aja sama sih, nyari yang sesuai budget aja," tuturnya.

Namun, ia berharap harga bahan pokok tidak mengalami lonjakan selama puasa, seperti cabai, bawang, sayur, hingga daging.

"Harapannya bahan pokok jangan sampai naik pas puasa, kalau bisa harga-harga stabil aja jangan tiba-tiba naik," pungkasnya.

Tags:
minyakharga minyakJakarta BaratHarga Eceran Tertinggi

Pandi Ramedhan

Reporter

Febrian Hafizh Muchtamar

Editor