POSKOTA.CO.ID - Sejarah masuknya Islam ke Nusantara terus menjadi kajian para ilmuwan. Pemikir Islam Malaysia, Syed Muhammad Naquib al-Attas, melalui penelitiannya atas khazanah sastra Melayu, menyebut Islam telah hadir sejak abad ke-6 hingga ke-7 Masehi, atau pada masa sahabat Nabi.
Meski jejak awal Islam ditemukan di Barus, Sumatera, penyebarannya belum merata. Di Pulau Jawa, perkembangan Islam semakin kuat pada abad ke-15 melalui dakwah sembilan ulama besar yang dikenal sebagai Wali Songo.
Dari sembilan wali tersebut, dua di antaranya memiliki keturunan yang kelak melahirkan tokoh besar bangsa: Sunan Gresik dan Sunan Giri.
Dilansir dari laman resmi muhammadiyah pada Rabu, 18 Februari 2026. Berikut informasinya.
Baca Juga: 10 Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga, Apa Rahasia Keutamaan Mereka?
KH Ahmad Dahlan, Keturunan Sunan Gresik

Pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan, memiliki garis keturunan yang tersambung kepada Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim. Hal ini dicatat oleh Sutrisno Kutoyo dalam Kiai Haji Ahmad Dahlan dan Persyarikatan Muhammadiyah (1982), merujuk pada silsilah keluarga dari Plasakuning, Yogyakarta.
Sanad nasab tersebut menyambung hingga Maulana Malik Ibrahim, seorang wali senior yang oleh sejumlah sejarawan disebut sebagai pelopor dakwah Islam di Jawa. Dalam kajian Drewes, Maulana Malik Ibrahim dinilai sebagai figur awal yang berhasil menembus tantangan dakwah di tanah Jawa.
Dalam literatur nasab Ahlul Bait, Maulana Malik Ibrahim juga disebut sebagai seorang sayyid, yakni keturunan Nabi Muhammad SAW melalui jalur Husain bin Ali. Artinya, garis keturunan KH Ahmad Dahlan tidak hanya terhubung dengan Wali Songo, tetapi juga bersambung hingga Rasulullah SAW.
Warisan dakwah inilah yang kemudian diterjemahkan KH Ahmad Dahlan melalui gerakan tajdid (pembaruan) Islam dan pendirian Muhammadiyah, yang hingga kini menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di dunia.
Baca Juga: Deretan Pahlawan Islam dan Warisan Inspiratifnya Sepanjang Sejarah
KH Hasyim Asy’ari, Keturunan Sunan Giri

Sementara itu, pendiri Nahdlatul Ulama, Hasyim Asy'ari, diketahui memiliki hubungan nasab dengan Sunan Giri.
Menurut Rizem Aizid dalam Biografi Ulama Nusantara, garis keturunan tersebut bersambung melalui jalur ibu beliau, Halimah, yang merupakan keturunan Jaka Tingkir (Sultan Pajang). Jaka Tingkir sendiri adalah putra dari Sunan Giri.
Sunan Giri, yang juga dikenal sebagai Raden Paku atau Maulana ‘Ainul Yaqin, adalah salah satu wali berpengaruh di Jawa Timur. Ia diperkirakan lahir pada 1442 di wilayah Blambangan (kini Banyuwangi). Dari jalur ayahnya, Syekh Maulana Ishaq Al-Maghribi, nasab Sunan Giri tersambung kepada Nabi Muhammad SAW.
Tak hanya melalui dakwah formal, warisan Sunan Giri juga hidup dalam budaya. Permainan tradisional Jelungan, tembang Lir-Ilir, Cublak-Cublak Suweng, hingga macapat Asmarandana dan Pucung diyakini sarat nilai syariat Islam.
Jejak perjuangan itu kemudian diteruskan KH Hasyim Asy’ari melalui pendirian Nahdlatul Ulama, yang berperan besar dalam menjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia.
Baca Juga: Tokoh Islam Nusantara yang Diakui Dunia, Ini 5 Ulama Indonesia Paling Berpengaruh
Warisan Dakwah yang Mendunia
Kiai Ahmad Dahlan dan Kiai Hasyim Asy’ari bukan sekadar mewarisi nama besar para leluhurnya.
Keduanya melanjutkan estafet perjuangan Islam yang moderat, berakar pada tradisi, namun terbuka terhadap pembaruan.
Dari garis keturunan Wali Songo hingga tersambung kepada Nabi Muhammad SAW, keduanya menghadirkan wajah Islam rahmatan lil ‘alamin yang manfaatnya kini dirasakan umat Islam, bahkan masyarakat dunia.
Kisah silsilah ini bukan hanya tentang darah keturunan, tetapi tentang kesinambungan nilai, ilmu, dan perjuangan yang terus hidup sepanjang zaman.