JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Putri Presiden ke-4 RI Gus Dur, Yenny Wahid menghadiri proses pemantauan hilal di Masjid KH Hasyim Asy'ari, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa, 17 Februari 2026.
Pemantauan dilakukan tim Lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jakarta dan Perwakilan Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jakarta.
Hilal dipantau dua teleskop robotik yang disambungkan ke kamera. Proses penerawagan hilal dimulai sekitar pukul 16.40 WIB, lalu berlanjut hingga petang.
"Sebetulnya karena saya mau belajar metode yang dipakai, bukan metode sebetulnya alat, alatnya, mau lihat alatnya seperti apa yang dipakai oleh teman-teman di sini untuk menentukan Ruyatul Hilal atau bulan Sabit pertama yang akan menentukan apakah bulan Ramadan akan segera dimulai atau tidak," kata Yenny di lokasi, Selasa, 17 Februari 2026.
Baca Juga: Pemantauan Hilal di Masjid KH Hasyim Asy'ari Jakbar Pakai 2 Teleskop
Menurut Yenny, hilal belum terlihat atau belum mencapai 3 derajat sesuai kriteria kelompok beranggotakan Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
"Tetapi ini akan dibuktikan. Sebentar lagi akan dibuktikan apakah betul bisa tercapai konjungsinya atau ijtima, sehingga kemudian bulan baru memang betul-betul muncul yang menandakan bahwa bulan Ramadan sudah mulai," ucapnya.
Sementara itu, ia menanggapi keputusan Muhammadiyah dalam penentuan awal puasa yang jatuh besok, Rabu, 18 Februari 2026.
"Tapi memang kalau mungkin ada yang memakai hitungan-hitungannya sendiri, Hisabnya sendiri, nah kemudian menentukan terjadinya Ramadan itu besok," tuturnya.
Baca Juga: NU Jakarta Sebut Hilal di Cengkareng Jakbar Belum Terlihat
Yenny tidak mempermalahkan perbedaan tersebut. Ia mengatakan, masyarakat tetap bisa rukun meski waktu puasa berbeda.
"Bagi kami sih kita menghormati saja. Cuma kalau di masjid ini dan yang kami ikuti, memang kita memakai metode Ruyatul Hilal," pungkasnya.