Lahir di Agam, Sumatera Barat, pada 1860, Syekh Ahmad Khatib tercatat sebagai non-Arab pertama yang dipercaya menjadi imam besar di Masjidil Haram, Mekkah.
Sejak kecil, ia telah menuntut ilmu di Mekkah dan berguru kepada ulama-ulama besar mazhab Syafi’i. Ia juga dikenal sebagai guru dari sejumlah tokoh penting Indonesia, seperti KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan.
Ratusan karya lahir dari pemikirannya, khususnya di bidang fikih dan ushul fikih. Pengaruh intelektualnya menjembatani perkembangan Islam di Timur Tengah dan Nusantara.
- Syekh Muhammad Yasin al-Fadani

Syekh Muhammad Yasin al-Fadani lahir pada 17 Juni 1915 dari keluarga berdarah Padang dan wafat di Mekkah pada 1990. Ia dikenal sebagai ahli hadis dan ushul fikih terkemuka abad ke-20.
Baca Juga: 10 Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga, Apa Rahasia Keutamaan Mereka?
Ia mendirikan Madrasah Darul Ulum al-Diniyyah dan aktif mengajar di Masjidil Haram. Salah satu karyanya yang paling populer, Al-Fawaid al-Janiyyah, menjadi rujukan di Fakultas Syariah Universitas Al-Azhar, Kairo.
Kedalaman ilmunya membuatnya dijuluki “Sayuthi pada zamannya” oleh ulama besar Timur Tengah.
- Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari

Lahir di Kalimantan Selatan pada 1710, Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari merupakan ulama besar yang berpengaruh di kawasan Asia Tenggara.
Ia menuntut ilmu di Mekkah dan berguru kepada sejumlah ulama ternama. Karyanya yang monumental, Sabilal Muhtadin, menjadi rujukan utama dalam kajian fikih dan bahkan dijadikan dasar hukum di Brunei Darussalam.
Pengaruhnya tidak hanya dalam bidang keilmuan, tetapi juga dalam pembinaan masyarakat Islam di Nusantara.
- Syekh Sulaiman ar-Rasuli

Syekh Sulaiman ar-Rasuli, atau dikenal sebagai Inyiak Canduang, lahir di Candung, Sumatera Barat, pada 1871. Ia merupakan tokoh penting dalam pengembangan pendidikan Islam dan gerakan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti).
Selain aktif dalam dunia pendidikan, ia juga terlibat dalam Konstituante Republik Indonesia. Karya-karyanya banyak menjadi inspirasi ulama di Asia Tenggara.
