BANDUNG, POSKOTA.CO.ID - Kasus pembunuhan tragis yang menimpa siswa SMP berinisial ZAAQ (14), akrab disapa Zein, terus menjadi sorotan publik.
Jasad korban ditemukan di kawasan eks Kampung Gajah, Bandung, dan penyelidikan polisi mengungkap rangkaian fakta yang mengejutkan, termasuk jejak digital pelaku yang viral di media sosial.
Dilansir dari akun TikTok @finsta_channel pada Selasa, 17 Februari 2026. Berikut kronologi lengkapnya.
Kronologi Pembunuhan Zein di Eks Kampung Gajah Bandung

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra, menetapkan YA (17) dan AP (17) sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan ini.
Baca Juga: Isi Chat Terakhir Siswa SD di Demak dengan Ibunya Apa? Ini Fakta di Balik Insiden Tragis
YA diduga sebagai pelaku utama sekaligus eksekutor, sementara AP berperan mengawasi situasi saat aksi berlangsung pada Senin, 9 Februari 2026.
Menurut keterangan kepolisian, kedua tersangka berangkat dari Garut menuju Bandung menggunakan sepeda motor. YA telah membawa senjata tajam jenis sangkur yang disimpan di bawah jok motor.
Setibanya di Bandung, YA mengajak korban bertemu di dekat sekolahnya. Mereka kemudian menuju area dalam eks Kampung Gajah. Di lokasi itulah terjadi cekcok.
YA memukul kepala korban menggunakan botol sebelum akhirnya menusuk bagian perut korban.
Meski sempat dalam kondisi sadar, korban ditinggalkan begitu saja setelah pelaku mengambil ponsel dan jaket miliknya.
Lima hari kemudian, jasad Zein ditemukan oleh seorang kreator konten yang melintas di lokasi.
Fakta Hubungan YA dan Zein Terungkap
Keluarga korban mengungkap bahwa Zein dan YA sudah lama saling mengenal.
Bahkan, setahun sebelumnya sempat terjadi insiden kekerasan di mana YA diduga memukul korban hingga mengenai bagian mata.
Paman korban, Undang Supriatna, menyebut bahwa hubungan keduanya bukan pertemanan yang sehat.
Zein disebut kerap mengalami perundungan dan pemalakan oleh YA saat masih satu sekolah.
Keluarga pun sempat memperingatkan pihak pelaku agar tidak lagi menghubungi atau mendekati korban.
Bahkan, Zein dipindahkan dari Garut ke Bandung sebagai upaya menghindari konflik lanjutan.
Dugaan Motif dan Isu Penyimpangan Perilaku
Pihak keluarga juga mengaku menerima informasi dari lingkungan sekolah terkait perilaku YA yang dianggap tidak wajar.
Namun, hingga kini pihak kepolisian belum membeberkan motif pasti pembunuhan tersebut dan masih melakukan pendalaman.
Penyidik menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menguatkan alat bukti serta mendalami motif yang melatarbelakangi aksi kekerasan tersebut.
Jejak Digital YA Viral dan Bikin Publik Bergidik
Di tengah proses hukum yang berjalan, publik dibuat merinding oleh unggahan lama YA di media sosial, khususnya di TikTok.
Baca Juga: Warga Lebak Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak
Dalam sejumlah komentar dan postingannya, YA kerap menuliskan kalimat bernada emosional yang ditujukan kepada korban.
Beberapa unggahan memperlihatkan ekspresi rindu dan penyesalan, yang kini menjadi sorotan tajam warganet. Banyak pihak menilai isi unggahan tersebut menunjukkan obsesi yang tidak sehat terhadap korban.
Jejak digital ini semakin memperkuat perhatian publik terhadap kasus pembunuhan Zein, terutama terkait kemungkinan motif personal di balik aksi keji tersebut.
Polisi Dalami Motif, Keluarga Harap Hukuman Maksimal
Kasus pembunuhan siswa SMP di Bandung ini masih dalam tahap pengembangan.
Polisi terus menggali keterangan dari para saksi serta mendalami latar belakang hubungan antara pelaku dan korban.
Sementara itu, keluarga Zein berharap proses hukum berjalan transparan dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya.
Tragedi ini menjadi pengingat keras akan bahaya perundungan, kekerasan remaja, serta pentingnya pengawasan terhadap interaksi sosial, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.