“Langkah ini untuk memberikan semangat kepada anak-anak yang terdampak longsor. Bagaimana senyum dan tawa mereka bisa terus kita jaga dan bangkitkan kembali,” katanya.
Di tengah duka yang belum sepenuhnya pulih, tawa-tawa kecil di ruang kelas itu menjadi pertanda harapan belum padam. Kehadiran relawan dan figur publik bukan sekadar hiburan sesaat, melainkan energi positif yang perlahan membantu anak-anak Pasirlangu kembali menatap hari esok dengan lebih percaya diri.
