POSKOTA.CO.ID - Datangnya bulan suci Ramadhan selalu disambut dengan berbagai persiapan.
Selain memperkuat mental dan spiritual, umat Islam juga menaruh perhatian pada kebersihan serta kesucian diri sebelum menjalankan ibadah puasa.
Salah satu tradisi yang banyak dilakukan adalah mandi menjelang hari pertama Ramadhan.
Sebagian orang memaknainya sebagai bentuk penghormatan terhadap bulan penuh rahmat, sekaligus ikhtiar agar bisa beribadah seperti salat dan membaca Al-Qur’an dalam keadaan suci.
Baca Juga: Tradisi Nyekar Bawa Berkah, Penjual Bunga Tabur di Karet Bivak Kebanjiran Pembeli Jelang Ramadhan
Mandi Wajib Bukan Penentu Sah Puasa

Istilah mandi sebelum Ramadhan sering menimbulkan salah paham. Pada praktiknya, ada dua jenis mandi yang berbeda: mandi sunnah sebagai bentuk penyambutan bulan suci dan mandi wajib bagi mereka yang memang berada dalam kondisi hadas besar atau junub.
Secara fikih, mandi wajib bukan syarat sah puasa. Seseorang tetap boleh berpuasa meski saat malam hari belum mandi junub, selama niat telah dilakukan sebelum terbit fajar. Meski begitu, para ulama menganjurkan agar segera bersuci sebelum Subuh agar bisa menunaikan salat dalam keadaan bersih.
Dalam sejumlah riwayat hadis disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah memasuki waktu fajar dalam keadaan junub, lalu beliau mandi dan puasanya tetap sah. Keterangan ini memperjelas bahwa kondisi tersebut tidak otomatis membatalkan puasa.
Adapun mandi sunnah lebih dimaknai sebagai simbol kesiapan lahir dan batin menyambut Ramadhan.
Baca Juga: Link Pendaftaran Program Mudik Gratis DKI Jakarta 2026: Ini Jadwal, Syarat, dan Kota Tujuan Lengkap
Kondisi yang Mengharuskan Mandi Besar
Mandi wajib dilakukan ketika seseorang mengalami hadas besar. Keadaan yang mewajibkannya antara lain:
- Keluarnya air mani, baik karena mimpi maupun sebab lain.
- Hubungan suami istri.
- Berakhirnya haid.
- Selesainya masa nifas.
- Masuk Islam menurut sebagian pendapat ulama.
Pada dasarnya, mandi ini bertujuan menghilangkan hadas besar. Banyak orang memilih melakukannya sebelum hari pertama puasa agar lebih nyaman ketika memulai rangkaian ibadah Ramadhan.
Niat Mandi Wajib dan Sunnah Jelang Ramadhan
Setiap mandi memiliki niat yang berbeda sesuai tujuan pelaksanaannya.
Baca Juga: Kumpulan Kata-kata Mohon Maaf Jelang Ramadhan 2026, Bagikan ke Keluarga dan Sahabat
- Niat mandi sunnah menyambut Ramadhan
نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى
Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhona lillâhi ta’âlâ.
Artinya: Aku berniat menjalankan mandi sunnah pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.
- Niat mandi wajib karena hadas besar
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardu karena Allah Ta’ala.
Niat dibaca bersamaan dengan awal penyiraman air ke tubuh.
Tata Cara Mandi Sebelum Puasa Ramadhan
Agar sah secara syariat, mandi wajib perlu mengikuti urutan tertentu. Secara umum tahapannya sebagai berikut:
Mulai dengan membaca niat. Bersihkan kedua tangan, lalu cuci area kemaluan serta bagian tubuh yang kotor. Setelah itu berwudu seperti hendak salat.
Basahi rambut hingga ke akar, kemudian guyur kepala tiga kali. Lanjutkan menyiram tubuh bagian kanan tiga kali, disusul sisi kiri. Pastikan seluruh lipatan kulit terkena air. Setelahnya, mandi seperti biasa hingga benar-benar bersih.
Sebagian ulama menganjurkan berwudu kembali sebelum keluar dari kamar mandi sebagai penyempurna.
Doa Setelah Mandi
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Asyhadu an laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluhu. Allahummaj’alni minattawwabina waj’alni minal mutathahhirin.
Doa ini menjadi penutup yang menegaskan bahwa kebersihan fisik perlu berjalan seiring dengan kesiapan hati. Dengan tubuh suci dan batin yang tertata, ibadah di bulan Ramadhan dapat dijalani dengan lebih khusyuk dan penuh makna.
Bersuci bukan hanya rutinitas, melainkan gerbang untuk memasuki bulan penuh ampunan dengan keadaan terbaik. Jika dilakukan dengan pemahaman yang tepat, mandi jelang Ramadhan akan menghadirkan ketenangan sejak hari pertama berpuasa.