“Dengan keterbatasan lahan, budidaya tetap bisa dilakukan. Yang dibutuhkan adalah pemanfaatan yang optimal dan pengembangan berkelanjutan," kata Adhitia.
Ke depan, lanjut dia, BBI dan rumah budidaya tersebut tak hanya difungsikan sebagai sarana edukasi, tetapi juga ditargetkan mampu mendongkrak ekonomi lokal melalui produksi benih, ikan konsumsi, hingga ikan hias bernilai jual.
Baca Juga: Jelang Ramadhan, TPU di Pandeglang Dikunjungi Banyak Peziarah
Namun demikian, ia mengakui masih dibutuhkan langkah strategis lanjutan, mulai dari perluasan akses informasi, dukungan teknis budidaya, hingga integrasi pemasaran agar potensi besar ini tak berhenti sebagai proyek percontohan semata. (gat)
